Agen De Boer Bandingkan Inter dengan Liverpool-nya Klopp

Meylan Fredy Ismawan - Sepakbola
Rabu, 09 Nov 2016 05:24 WIB
Foto: REUTERS/Alessandro Garofalo
Amsterdam - Frank de Boer lebih dulu dipecat sebelum berhasil membawa Inter Milan berprestasi. Inter diminta untuk mencontoh Liverpool, yang bersabar dengan Juergen Klopp.

De Boer cuma bertahan selama 85 hari di kursi pelatih Inter. Pelatih asal Belanda itu resmi ditendang dari posisinya pada pekan lalu.

Menggantikan Roberto Mancini pada 9 Agustus silam, De Boer sebenarnya dikontrak Inter selama tiga tahun. Akan tetapi, dia dipecat setelah memimpin tim pada 14 pertandingan dengan hasil lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan.

Agen De Boer, Guido Albers, menyatakan kliennya kecewa karena tak diberi waktu oleh Inter. Menurut Albers, De Boer tak mungkin mengubah Nerazzurri dalam sekejap.

"Dia telah memulai sebuah proyek dan dipecat setelah sembilan pekan. Tentu saja dia tidak menerimanya dengan baik karena jika Anda memulai sesuatu maka Anda berharap untuk melangkah maju bersama-sama, bekerja sebagai sebuah tim. Anda butuh waktu untuk berubah. Semua orang tahu transisi dari 4-4-2 ke 4-3-3 butuh waktu," ujar Albers kepada FCINter1908.it.

"Inter adalah sebuah klub top, itulah kenapa Frank menerima tawaran pekerjaan ini. Tapi, mustahil untuk menyelesaikan transisi seperti ini hanya dalam waktu sembilan pekan," tambah Albers.

Albers kemudian menjadikan Liverpool sebagai contoh tim yang berhasil melalui masa transisi bersama pelatih baru. Dilatih Klopp sejak Oktober 2015, The Reds musim ini makin fasih memeragakan gaya bermain gegenpressing yang jadi andalan Klopp dan mulai memetik buah kerja keras mereka. Mereka tampil mengesankan, mencetak banyak gol, dan sekarang memimpin klasemen Premier League.
Agen De Boer Bandingkan Inter dengan Liverpool-nya KloppFoto: Richard Heathcote/Getty Images

"Ada pekerjaan yang harus dilakukan, lihatlah Liverpool. Musim lalu mereka finis ketujuh, mereka bekerja keras dan sekarang ada di puncak klasemen Premier League," ujar Albers.

"Itu disebut proyek karena butuh waktu. Frank sangat kecewa dengan situasi ini. Dia tidak layak mendapatkan akhir seperti ini karena dia bekerja keras untuk mengubah cara kerja para pemain," katanya.

Albers menambahkan, De Boer mengalami kesulitan di Inter karena ada pemain-pemain yang sulit diajak berubah.

"Anda harus bekerja keras setiap hari dalam latihan, tapi tak semua orang di dalam skuat melakukannya. Dia harus melakukan sesuatu dan mengubah sesuatu. Menjadi seorang pesepakbola di level profesional, Anda mulai bekerja pada pukul 9.45. Ayolah, itu luar biasa," tuturnya.

"Tentu saja dia punya efek yang kuat karena jika Anda adalah seorang pemain profesional, Anda harus berkonsentrasi pada klub Anda. Itu adalah hal pertama," ujar Albers.

"Skuat benar-benar ingin mengubah cara kerjanya, tapi sejumlah pemain tak mau, beberapa pemain tak punya niat ini. Wajar saja kalau semuanya makin sulit," katanya.

Inter telah menunjuk pengganti De Boer, yaitu Stefano Pioli, pada Selasa (8/11/2016) kemarin. Pioli akan langsung mendapatkan ujian berat di Inter. Selepas jeda internasional, Inter akan bertemu Milan pada laga derby, 20 November mendatang.


(mfi/nds)