Shevchenko dan Sepatu Ian Rush
Selasa, 12 Apr 2005 12:37 WIB
Jakarta - Andriy Shevchenko punya kenangan indah sewaktu masih remaja. Ia pernah menerima hadiah langsung berupa sepatu bola dari striker legendaris Liverpool, Ian Rush.Diceritakan Shevchenko, saat berusia 13 tahun ia memperkuat tim Dinamo Kiev yunior dan tampil di sebuah turnamen di Wales, tanah kelahiran Rush. Klub Ukraina tersebut keluar sebagai pemenang dan Shevchenko terpilih sebagai pemain terbaik."Yang istimewa adalah Ian Rush berada di sana dan memberiku hadiah. Selama bertahun-tahun saya melihatnya sebagai barang yang sangat berharga. Sepatu itu sungguh berarti buatku karena semua orang di Ukraina tahu siapa Ian Rush. Lucunya, sepatu itu terlalu kecil buatku, tapi aku tetap berusaha memakainya, sampai jempol kakiku yang besar lecet," ungkap bomber AC Milan itu dilansir situs UEFA.Minggu lalu Rush, yang belum lama ini mundur sebagai manajer klub Divisi II Inggris Chester City, menyaksikan Shevchenko tampil di babak perempatfinal Liga Champions melawan Inter di San Siro, di mana Milan menang 2-0."Senang sekali mengetahui bahwa Ian Rush terus melihat perkembanganku sejak momen itu," ujar pemain berusia 28 tahun yang menjebol gawang Inter satu kali dalam aksi comeback-nya setelah satu setengah bulan merawat cederanya.Kedua penyerang handal itu berbeda angkatan. Rush di era 80 sampai 90-an, sedangkan Sehvchenko muncul sesudahnya. Namun mereka punya beberapa kesamaan, termasuk pengalaman berkarir di Italia -- Rush pernah memperkuat Juventus.Persamaan lain, keduanya sama-sama sudah pernah mencicipi tropi Liga Champions (Rush di tahun 1984, Shevchenko pada 2003). Namun Rush dan Shevchenko berasal dari negara yang kurang kuat di kancah internasional karena Wales dan Ukraina tak pernah sukses di Piala Dunia."Tentu saja saat ini saya sedang fokus untuk membawa Milan menjuarai Liga Champions. Yang target jangka panjang terpenting buatku adalah mengantarkan Ukraina ke putaran final Piala Dunia 2006 di Jerman," tegas Shevchenko. "Tidak lengkap rasanya karirku apabila kami tidak lolos ke turnamen paling bergengsi di dunia itu." (a2s/)











































