Antisipasi Rusuh Suporter
Fans Rusuh, Klub Dinyatakan Kalah
Jumat, 15 Apr 2005 10:55 WIB
Jakarta - Menyusul maraknya aksi kerusuhan oleh penonton, otoritas Italia akhirnya mengeluarkan peraturan baru guna mengantisipasi kerusuhan di masa datang. Peraturan baru ini menyatakan kalau jika terjadi pelemparan ke dalam lapangan, maka pertandingan tak akan dihentikan. Polisi hanya diperbolehkan menghentikan pertandingan jika kerusuhan penonton terjadi sebelum kickoff, atau jika mereka (polisi) melihat banner atau simbol-simbol lain yang bernada ofensive. Sebagai hukuman, setiap klub yang penontonya rusuh langsung dinyatakan kalah 0-3. Menteri Dalam Negeri Italia Giuseppe Pisanu mengumumkan peraturan ini seusai mengadakan pertemuan dengan Federasi Sepakbola Italia (FIGC) dan Komite Olimpiade Italia (CONI). Diungkapkan Presiden FIGC, Franco Carraro, peraturan ini merupakan peraturan yang bertujuan preventif. Namun Carraro tetap meminta kerjasama dari klub agar mampu mengendalikan para fansnya. "Harapan kami adalah agar kondisi yang sedianya diperuntukkan bagi peraturan ini tidak tercipta. Klub harus meningkatkan kerjasama dengan pihak keamanan dan kalau bisa terus mengadakan dialog dengan fans," tutur Carraro seperti dikutip AP, Jumat (15/4/2005).Beberapa pekan terakhir, kerusuhan penonton seolah menjadi trend di Italia. Akhir pekan lalu, 17 fans ditangkap di lima kota Italia karena melakukan pengrusakan, melakukan tindakan rasis dan fasis serta memasang spanduk dan simbol Nazi. Pertengahan pekan ini, fans Inter Milan memaksa pertandingan perempat final Liga Champions melawan AC Milan dihentikan setelah mereka melempari lapangan pertandingan dengan kembang api dan melukai kiper Milan Dida. Keesokan harinya, polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membubarkan para fans Juventus karena mencoba menyerang fans Liverpool yang hendak menyaksikan perempat final Liga Champions di Delle Alpi. Ketika itu dua kendaraan milik polisi dirusak. (mel/)











































