Spalletti sebenarnya mampu membawa Roma tampil luar biasa musim lalu sebelum kalah bersaing dengan Juventus di pekan-pekan terakhir Serie A. Di bawah Spalletti Roma dibawa jadi tim kedua terproduktif dengan 90 gol, terbanyak sepanjang sejarah klub tersebut dan mengoleksi 87 poin.
Sayangnya Spalletti akhirnya memilih untuk pergi dari Roma setelah tak memperpanjang kontraknya dan kemudian dikontrak oleh Inter. Kepergian Spalletti sendiri disebut-sebut tak disetujui sebagian fans Roma yang merasa itu karena perselisihannya dengan Francesco Totti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu Spalletti berharap kedatangan Di Francesco sebagai pelatih baru musim panas ini membuat ruang ganti Roma menjadi adem ayem lagi dan para pemain pun kembali solid. Terlebih Totti tak lagi ada di tim itu.
"Inter menghubungi saya menjelang musim tuntas. Saya pun sudah memberitahu Pallotta bahwa saya bakal pergi," ujar Spalletti dalam acara konferensi pers perkenalannya sebagai pelatih baru Inter.
"Setelah perpisahan dengan Roma, ini yang terbaik bisa saya dapatkan. Saya tidak ada maksud apapun dengan mengatakan ini," sambungnya seperti dikutip Football Italia.
"Di Roma, saya sendiri lebih sering terpecah belah ketimbang bersatu. Ada masalah dalam hal menangani Totti."
"Saya melihat ini dari sisi sebaliknya - rasa cinta yang begitu besar kepada pemain paling penting ini sudah memecah belah dukungan serta rasa peduli kami kepada tim."
"Saya tidak mampu menyatukan ini lagi, saya tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Kedua hal itu harus itu berjalan bareng."
"Saya dalam masalah karena rumor yang saya dengan dari fans. Saya mendengar itu di jalan, di bar, di perempatan lampu merah. Memang banyak yang mendukung tapi tetap saja ada perbedaan di sana."
"Mereka semua harus bersatu. Saya mendoakan itu untuk Roma," tutupnya.
(mrp/raw)











































