Selepas medio tahun 2000-an, Liga Italia meredup. Indikatornya dari minimnya bintang top dunia yang berlaga di kompetisi negeri pisa.
Beberapa klub kenamaan juga mengalami kesulitan keuangan, hingga sampai ada yang harus dijual atau bahkan mengalami kebangkrutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis, bilang bahwa Liga Inggris patut untuk ditiru. Tapi, dia tak merasa Liga Italia lebih buruk.
"Premier League merupakan liga percontohan. Kita melihatnya dari citra dan membacanya dari banyak laporan, tapi kami tak lebih buruk. Kami mempunyai pendukung yang menunjukkan pada kita gairah mereka, meski bisa disalurkan dengan lebih baik, lebih dengan rasa hormat," kata De Laurentiis di Football Italia.
"Saya tak akan membahas mengenai isu soal stadion dan ketidakmampuan mereka, pada struktur yang belum terbangun (dalam hal memiliki stadion), tidak terburu-buru mencapai kenyamanan yang mereka capai."
"Setelah itu, siapapun yang bermain kandang harus bisa memberikan tontonan menarik, dengan lebih banyak dan banyak lagi inovasi yang diadopsi."
"Dengan melakukan itu, kami akan lebih dekat dengan Premier League dan melampaui La Liga dan Bundesliga. Menambah keuntungan juga berarti dalam hal memfasilitasi investasi," tambahnya.
(cas/nds)











































