Kompensasi Buat Roma atau Inter?

Jelang Semifinal Coppa Italia

Kompensasi Buat Roma atau Inter?

- Sepakbola
Rabu, 11 Mei 2005 14:06 WIB
Jakarta - AS Roma sedang meluncur ke papan bawah dan Inter Milan tak kunjung merayap ke tangga teratas. Apa boleh buat, Coppa Italia semestinya jadi kompensasi dari kegagalan mereka musim ini.Jalan menuju pada kompensasi itu memang sudah dekat. Roma dan Inter sama-sama masuk semifinal dan pertengahan minggu ini akan memainkan pertandingan pertamanya.Hari Rabu (11/5/2005) tengah malam nanti Roma akan menjamu Udinese di Olimpico, sedangkan sehari kemudian Inter bertandang ke pulau Sardinia guna menghadapi Cagliari.Mimpi buruk Roma, yang saat ini hanya empat poin dari zona degradasi, sudah dimulai sejak awal musim, ketika terjadi pergantian beberapa pelatih dalam waktu cepat, dari Cesare Prandelli, Rudi Voeller, sampai Luigi del Neri.Caretaker pelatih Bruno Conti juga tak piawai mengobati luka Il Lupo, terlebih dalam 10 partai terakhirnya mereka hanya bisa meraup dua poin. Belakangan nasib buruk itu bertambah dengan skorsing lima gim atas nama Francesco Totti.Hari ini Sang Pangeran bisa turun ke lapangan guna membantu Giallorossi memetik hasil maksimal. Namun tetap saja Roma belum bisa diperkuat kiper Ivan Pelizzoli, bek Traianos Dellas, dan gelandang Olivier Dacourt yang cedera, serta midfielder muda Daniele de Rossi dan bek Matteo Ferrari yang kena akumulasi kartu kuning. Dengan materi pemain apapun Conti wajib mengeluarkan kemampuan terbaiknya buat mengalahkan Udinese. Ini tidaklah mudah karena Udinese malah sedang bagus-bagusnya, menyusul konsistensi permainan Antonio di Natale dan kawan-kawan yang berpeluang ikut Liga Champions musim depan."Saya tahu presiden klub kami sedang fokus penuh ke zona Liga Champions dan memenangi Coppa. Tim dan saya menyetujuinya karena kami lapar pada kesuksesan," tegas pelatih Udinese Luciano Spalletti.Laparnya Udinese mungkin beda dengan laparnya Inter, yang musim ini kembali gagal menjadi yang terbaik di Italia. Sempat optimistis dengan masuknya pelatih muda Roberto Mancini, ternyata skuad Nerazzurri kembali tak bisa meraih scudetto, gelar yang tak pernah dirasakan lagi sejak 1989.Inter justru panas di akhir-akhir musim. Dari tujuh laga terakhirnya Javier Zanetti cs berhasil memenangi enam di antaranya. Posisi tiga besar pun sudah di tangan. Padahal sebelum itu Inter keasyikan melahap hasil-hasil seri."Inilah jalan terbaik kami untuk mengejar Coppa. Kami total komit buat memenanginya," demikian tekad Mancini tentang Piala Italia yang terakhir kali direbut Inter pada 1982 itu.Cagliari, sama seperti Udinese, belum pernah mencicipi Coppa Italia, namun bukan berarti kans mereka lebih kecil ketimbang Inter. Sebagai tim promosi kiprah Gianfranco Zola dkk cukup gemilang karena bisa stabil di papan tengah. Bulan November lalu, di Sardinia dalam laga Seri A, Cagliari nyaris membungkam Inter sebelum Obafemi Martins mencetak gol balasan sehingga skor menjadi 3-3. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads