Roma berganti pelatih untuk musim ini. Setelah ditinggalkan Luciano Spalletti, 'Serigala Ibukota' menunjuk mantan pemainnya, Eusebio Di Francesco, sebagai pengganti.
Kedatangan Di Francesco diikuti banyak perekrutan pemain baru. Tak kurang delapan pemain anyar didatangkan, di antaranya Rick Karsdorp, Hector Moreno, Maxime Gonalons, Aleksandar Kolarov, Gregoire Defrel, dan Patrik Schick.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi sejak kekalahan itu, Roma membangun momentum. Mereka berimbang melawan Atletico Madrid di Liga Champions, lalu menang di tiga laga beruntun di liga yakni atas Hellas Verona, Benevento, dan Udinese. Di tiga partai itu, Roma mencetak 10 gol dan cuma kemasukan sekali.
CEO Roma Umberto Gandini menegaskan ambisi Roma tak pernah berubah, meski skuat mengalami perubahan signifikan. Bersaing untuk Scudetto tetap jadi fokus utama di musim ini.
"Kami bermain untuk mengerahkan yang terbaik dan setelah finis empat poin di belakang Juventus musim lalu, penting bahwa kami mengejar gelar," ungkapnya kepada Radio Anch'io Sport.
"Kualitas liga ini sudah meningkat. Lebih banyak tim bersaing untuk tempat-tempat teratas dan situasi sulit letaknya sangat dekat. Masih ada banyak pertandingan tersisa untuk dimainkan dan saya tak melihat ada posisi-posisi yang sudah dipastikan."
"Target kami adalah tampil sebaik mungkin di semua kompetisi dan tak menyembunyikan diri. Kami bermain demi finis di atas tim-tim lainnya," tambahnya dikutip Football Italia.
Roma musim lalu finis kedua, diapit Juventus dan Napoli. Mereka empat poin di belakang Juventus dan satu angka di depan Napoli.
(raw/fem)










































