Ancelotti: Tim Kedua Paling Logis
Sabtu, 21 Mei 2005 07:02 WIB
Jakarta - Pelatih AC Milan Carlo Ancelotti membela keputusannya menurunkan tim kedua saat ditahan imbang 3-3 oleh Palermo, Sabtu (21/5/2005). Hal ini demi persiapan final Liga Champions.Meski bermain di kandang sendiri di stadion San Siro, ternyata Milan gagal meraih poin penuh atas Palermo. Jika melihat tim yang diturunkan Ancelotti, bisa dibilang ini merupakan tim kedua Milan.Di bawah mistar Ancelotti menempatkan kiper kedua Christian Abiatti mengganti Dida. Sementara pemain inti lain seperti Cafu, Jaap Stamp, Paolo Maldini, Ivan Gattuso dan Andriy Shevchenko juga tidak dimainkan.Ternyata tim pilihan Ancelotti gagal meraih kemenangan meski telah unggul 3-1 di babak pertama. Akibatnya harapan Milan untuk meraih scudetto tahun ini terkubur karena tidak mungkin lagi mengejar selisih empat poin dengan Juventus.Meski demikian Ancelotti membela keputusannya menurunkan pemain lapis dua menghadapi Palermo. "Saya pikir ini adalah pilihan yang paling logis karena final Liga Champions tinggal beberapa hari lagi. Semua pemain ingin bermain dan menang, tetapi hanya 11 yang boleh diturunkan dan yang lainnya bisa memberikan kontribusinya dengan cara yang berbeda," ujar Ancelotti usai pertandingan seperti dilansir Channel4, Sabtu (21/5/2005).Selain itu Ancelotti juga mengeluhkan keputusan wasit yang memberikan tendangan penalti kepada Palermo. "Kami berhak menang malam ini. Penalti itu tidak seharusnya ada, dan itu telah merubah seluruh pertandingan. Tim bermain sangat baik terutama di babak pertama, tetapi penalti itu sangat lucu. Waktu melihatnya saya tertawa," lanjutnya.Saat ini perhatian Milan praktis tinggal di final Liga Champions menghadapi Liverpool 25 Mei mendatang di Istanbul. Ini merupakan satu-satunya peluang Milan untuk meraih gelar musim ini, setelah sebelumnya juga tersingkir di perempatfinal Coppa Italia dari Udinese. (lom/)











































