Review Seri A 2004/2005 (2)
Inter, Sebuah Misteri Kegagalan
Rabu, 01 Jun 2005 09:10 WIB
Jakarta - Musim ini Inter Milan kembali gagal menuntaskan ambisinya untuk meraih scudetto. Terakhir kali Nerrazurri meraih gelar juara Liga Italia ialah musim 1988/1999, atau persisnya 16 tahun yang lalu.Seperti tahun-tahun sebelumnya, di awal musim Inter tetap diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan besar seri A yang akan bersaing di papan atas hingga akhir musim. Namun perkiraan tersebut sejak paruh musim sudah diketahui bakal meleset.Inter merupakan satu-satunya tim yang tidak terkalahkan hingga pekan ke-25 Liga Italia pada pertengahan Februari 2005. Namun bukan berarti tim asuhan Roberto Mancini itu superior dibandingkan dengan tim-tim lain. Prestasi tidak terkalahkan Inter berkurang bobotnya akibat 16 kali pertandingan yang berakhir imbang.Inter kemudian merasakan kekalahannya saat derby Milan pada akhir bulan Februari. Maksud hati ingin memperkecil selisih dengan AC Milan, Inter malah kalah 0-1. Akibatnya Javier Zanetti cs tertinggal 14 poin dari AC Milan di puncak klasemen.Namun kekalahan dari Milan justru menjadi titik balik kebangkitan Inter. Di 11 pertandingan sisa Mancini hanya merasakan satu kali kekalahan dari Messina, dan sekali imbang dengan Lazio. Sayangnya hasil ini tidak membuatInter kembali ke peta persaingan juara karena sudah kehilangan banyak poin di paruh musim.Di Liga Champions prestasi Inter juga tidak berbeda jauh. Meski berhasil melangkah ke babak perempat final dengan mengalahkan juara bertahan FC Porto, namun langkahnya kembali dihentikan Milan. Satu-satunya peluang Inter untuk meraih gelar musim ini tinggal di Coppa Italia, di mana Zanetti cs ditantang AS Roma di babak final.Mencari penyebab utama kegagalan Inter di setiap musim merupakan sebuah enigma atau misteri yang sukar dipahami. Namun salah satu faktor yang sering disoroti pengamat adalah kebijakan transfer pemain yang tidak tepat.Di awal musim pemiliki Inter Massimo Moratti mendatangkan Roberto Mancini dari Lazio. Pelatih yang baru berusia 41 tahun itu dianggap sukses menangani Lazio musim lalu, meski tengah dirundung masalah keuangan. Kedatangan Mancini ke Giuseppe Meaza kemudian juga diikuti beberapa pemain baru seperti Ze Maria, Giuseppe Favalli, Sinisa Mihajlovic, Nicolas Burdisso dan Esteban Cambiasso.Namun ironisnya, Inter justru melepas beberapa pemain bintangnya seperti Matias Almeyda, Fabio Cannavaro, Thomas Helveg, Mohammed Kallon dan Daniele Adani. Penjualan Canavarro ke Juventus kemudian terbukti menjadi blunder. Tanpa mantan bek Parma ini, pertahanan Inter menjadi sangat rapuh. Hingga sebelum kekalahannya dari Milan di pekan ke-26, Inter telah kemasukan 30 gol.Lucunya, Mancini malah sempat membebankan kelemahan pertahanan Inter kepada penjaga gawang Francesco Toldo. Kiper yang telah empat tahun membela Inter ini kemudian digeser dari posisinya sebagai penjaga gawang utama, dan diganti Alberto Fontana. Baru setelah lewat paruh musim, Toldo kembali dipanggil karena ternyata tanpa dirinya hasil yang diraih Inter tidak lebih baik.Fenomena lain yang terjadi di Inter ialah tidak mampunya pemain dengan nama besar menampilkan permainan terbaiknya. Christian Vieri maupun Adriano masih kalah produktif dibanding striker Livorno Crisani Lucarelli yang kini menjadi topskor dengan 24 gol, atau bahkan striker Palermo Luca Toni. Adriano justru sempat-sempatnya bersitegang dengan Mancini karena tidak senang dirinya ditarik dari lapangan. Hubungan keduanya kemudian kembali membaik setelah Adriano mencetak hat-trick ke gawang Porto di babak 16 besar Liga Champions.Selain itu gelandang Belanda Edgar Davids yang musim lalu bersinar di Barcelona sebagai pemain pinjaman Juventus, juga malah tak bersuara sama sekali. Bahkan Davids terpaksa dikeluarkan pelatih Belanda Marco van Basten akibat kesempatan bermain yang minim di Inter.Untuk mengatasi fenomena yang terjadi di tubuh Inter ini, Moratti sebenarnya sudah mulai ingin mengubah kebijakan transfernya. Direktur Inter Marco Branca yang menjadi penanggung jawab transfer pamain, rencananya akan diganti. Untuk itu Inter telah melakukan pendekatan terhadap "guru transfer" Juventus Luciano Moggi. Namun sayangnya tawaran Inter ditolak mentah-mentah oleh Moggi, yang kini malah sibuk menyusun rencana belanja Juventus.Musim depan Inter pasti akan kembali melakukan transfer pemain. Saat ini yang sudah siap diberangkatkan dari Nerrazurri ialah Vieri, dan calon penggantinya ialah striker Parma Alberto Gilardino. Tetapi yang paling penting seperti diungkapkan Mancini, saat ini Inter butuh pemain dengan semangat besar. Apakah itu berarti Inter kembali melakukan transfer besar-besaran, atau akan mempertahankan tim yang lama, yang pasti musim depan kebijakan transfer Inter akan tetap menentukan. (lom/)











































