Pada lanjutan Serie A pekan ke-21 yang dihelat di Giuseppe Meazza, Senin (22/1/2018) dinihari WIB, Inter tertinggal lebih dulu di babak pertama setelah Stephan El Shaarawy menjebol jala Samir Handanovic.
Inter kesulitan menjebol jala Roma karena Alisson bermain cemerlang sebelum Mattias Vecino menyamakan skor 1-1 ketika laga tersisa empat menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya adalah empat hasil imbang dan dua kali kalah sehingga mereka tergeser dari puncak klasemen. Malah Inter kini tertinggal 11 poin dari Napoli di puncak dan tujuh poin dari Juventus di posisi kedua yang menyisakan satu laga simpanan. Bahkan Inter harus turun ke urutan keempat digeser Lazio yang unggul selisih gol dan juga punya satu laga tunda.
Wajar saja sorotan mengarah kepada skuat Inter saat ini yang dianggap kelelahan karena tak punya pelapis yang sepadan. Sementara, Spalletti dikritik karena dianggap tak memiliki alternatif taktik.
"Masalah utama di sini adalah kami ini Inter dan kami harus punya keberanian untuk menghadapi tim seperti Roma, Lazio, dan Napoli untuk finis empat besar. Kami harus bertanggung jawab dan mewujudkan itu. Kami tidak hanya bisa menunggu kemenangan. Saya tidak ingin ada pembelaan atau permintaan maaf dari tim ini," ujar Spalletti di Soccerway.
"Samir Handanovic tak membuat banyak penyelamatan seperti yang Alisson lakukan, jadi intinya kami bermain bagus. Kami membuat beberapa kesalahan dalam hal umpan cepat dan kami tahu Roma bakal agresif saat menekan lawan," sambungnya.
"Kami melatih hal-hal seperti ini dalam latihan, tapi jika mereka tak mampu melakukannya dalam pertandingan, maka itu sama saja menghancurkan diri sendiri. Kami harus berlatih keras dan melakukan yang terbaik, bukannya mudah kehilangan bola," tutup Spalletti.
(yna/mrp)











































