Collina Siap Akhiri Karirnya

Collina Siap Akhiri Karirnya

- Sepakbola
Sabtu, 18 Jun 2005 02:02 WIB
Jakarta - Wasit Pierluigi Collina telah siap mengakhiri karir sebagai pengadil di lapangan hijau. Pertandingan play off antara Bologna dan Parma kemungkinan menjadi akhir dari karir wasit Italia ini. Collina telah memasuki usia 45 tahun ini dan ini batas bagi seorang wasit dalam persepakbolaan Italia. Ia akan pensiun usai memimpin pertandingan play off di kampung halamannya.Ofisial Italia masih tutup mulut mengenai kemungkinan Collina yang menjadi wasit terbaik di Italia dan dunia, diperpanjang kembali karirnya untuk beberapa tahun ke depan.Namun, surat kabar Gazzetta dello Sport melaporkan pada hari Jumat (18/6/2005) ini bahwa dalam beberapa minggu ini Collina akan diperpanjang kembali karirnya setahun lagi. Meski demikian, untuk saat ini secara resmi pertandingan play off Seri A di Renato Dall'Ara, Sabtu (18/6/2005) menjadi akhir dari karir wasit Collina memimpin pertandingan. Pertandingan ini pantas menjadi saat bagi Collina mengucapkan selamat tinggal pada karirnya karena ia mendapat tugas meredam pertandingan ini siap memunculkan ketegangan ini.Pasalnya, pertandingan ini akan menentukan siapakah klub yang akan tetap bertahan di Seri A. Tidak heran Collina memang menjadi sosok yang pantas memimpin pertandingan tersebut.Di seluruhnya karir Collina, wasit Italia ini mudah dikenali dengan kepala botak dan mata melototnya. Ia telah menjadi wasit dalam pertandingan yang memiliki ketegangan tinggi.Ia memimpin final di Olimpiade 1996 antara Nigeria dan Argentina. Kemudian di Piala Dunia 1998 memimpin pertandingan antara negara tetangga Belanda dan Belgia. Sedangkan di pentas kompetisi klub Eropa, Collina memimpin pertandingan final Liga Champions yang berakhir dramatik antara Bayern Munich dan Manchester United di tahun 1999. Kemudian pertandingan play off Euro 2000 antara dua rival lama Inggris dan Skotlandia. Di Euro 2000 sendiri ia memimpin pertandingan bergengsi Jerman melawan Inggris. Dua tahun kemudian merupakan puncak dari karirnya. Collina mendapatkan kehormatan besar untuk memimpin pertandingan final Piala Dunia 2002 antara Jerman melawan Brasil. Pada pertandingan tersebut Collina kembali membuktikan bahwa dia mampu memimpin pertandingan dengan tensi tinggi. Ini juga menunjukkan Collina memang dihormati pemain dan juga ofisial. (key/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads