Jelang Derby Milan

Dua Sisi Mata Uang Milan dan Inter

Doni Wahyudi - Sepakbola
Jumat, 02 Mar 2018 15:42 WIB
AC Milan vs Inter Milan tersaji di Serie A akhir pekan ini (Alessandro Garofalo/Reuters)
Jakarta - Inter Milan dan AC Milan seperti dua sisi mata uang, dekat tapi tak bisa menyatu. Saat Rossoneri jeblok, Nerazzurri naik. Kondisi berkebalikan terjadi kini, jelang pertemuan di akhir pekan nanti.

Milan sudah tak terkalahkan di 13 pertandingan terakhirnya. Meski pendakian mereka ke posisi atas klasemen terasa lambat, satu demi satu anak tangga ditapaki.

Di sisi lain, Inter saat ini masih duduk di zona Liga Champions. Tapi skuat besutan Luciano Spalletti sesungguhnya tengah dalam masa suram. Dalam jumlah pertandingan yang sama seperti Milan, Inter cuma menang dua kali.



Perubahan besar terjadi di kedua tim dalam periode tak sampai tiga bulan.

Menengok ke belakang, ke awal Desember, Inter belum terkalahkan setelah menjalani 16 pertandingan. Performa Mauro Icardi dkk yang oke ketika itu mengantar mereka bertengger di puncak klasemen. Poin Inter berjumlah 40, unggul 16 dari Milan.

Rossoneri saat itu justru tengah memasuki periode transisi. Vincenzo Montella baru saja dipecat, manajemen klub kemudian menunjuk Gennaro Gattuso sebagai pengganti. Banyak keraguan muncul karena rekam jejak Gattuso sebagai pelatih lebih banyak berakhir dengan kekalahan dan pemecatan.

Mungkin tak banyak yang menyangka kalau Gattuso ternyata bisa mengangkat performa Milan. Dalam kurun sekitar tiga bulan dia mengangkat Milan dari posisi 11 ke urutan 7 saat ini.



Inter? Menjelang laga di akhir pekan ini mereka duduk di posisi tujuh, tertinggal 18 poin dari Napoli di puncak klasemen.

"Saya belum menjadi seorang guru di bangku pelatih, saya bukan pelatih yang hebat. Kami tidak kemasukan gol karena kami semua bekerja menutup ruang dan seluruh anggota tim melakukan itu," ucap Gattuso usai kemenangan atas Lazio di semifinal Copa Italia.

"Kami harus menjadi tim yang bisa membuat suporter antusias. Saya pikir saya hanya pelatih yang beruntung, dan saya berusaha memaksimalkan semua kesempatan yang diberikan pada saya," lanjutnya.

Mengubah skema permainan Milan dari 3-5-2 menjadi 4-3-3 menjadi salah satu kunci keberhasilan Gattuso. Pria yang dijuluki Si Badak saat masih aktif bermain itu juga dianggap berhasil membangkitkan mental dan semangat tarung Riccardo Montolivo dkk.

Jika Gattuso sudah menemukan kunci untuk membangkitkan Milan, Spalletti masih diliputi tanda tanya besar soal penurunan penampilan skuatnya. Yang pasti, Inter merindukan kembalinya lagi ketajaman Icardi.

Icardi sudah hampir dua bulan tidak membuat gol untuk Inter, situasinya makin buruk karena dia absen di tiga laga terakhir karena cedera. Spalletti sempat juga mengeluhkan besarnya ekspektasi yang datang ke skuatnya setelah menjalani start gemilang di awal musim.

Pemain depan Inter, Antonio Candreva, memastikan kalau Inter akan tampil berbeda di laga derby nanti. Inter disebutnya tak akan membiarkan Milan memangkas jarak.

"Milan tengah antusias saat ini tapi mereka masih berada di bawah kami dan kami ingin mempertahankannya seperti itu. Derby punya nilainya sendiri, berbeda dengan pertandingan lain," tegas Candreva.

(din/rin)