Erick membeli Inter dari Massimo Moratti pada 2013 sebelum menjual sebagian besar sahamnya kepada Suning Group pada Juni 2016. Sampai saat ini posisi presiden memang masih dijabatnya.
Namun, awal pekan ini muncul kabar tak mengenakkan ketika Erick diduga melakukan pencucian uang saat membeli Inter. Adalah harian La Stampa yang awalnya memberitakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pihak berwajib, mereka tak menemukan hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi dana yang digunakan untuk membeli Inter tersebut. Obligasi bank untuk transaksi itu kabarnya dikeluarkan oleh pihak Hong Kong.
"Hingga saat ini kami belum bisa menemukan informasi lengkap mengenai uang dari luar negeri ini," ujar pernyataan tersebut seperti dikutip Football Italia.
Hal ini langsung sampai ke kuping Erick yang lantas membantah keras isu tersebut. Menurut pria Palembang itu, isu tersebut dikeluarkan hanya untuk mengganggu fokus Inter jelang laga derby kontra AC Milan, Senin (4/3/2018) dinihari WIB nanti.
"Isu pencucian uang tersebut tidak benar. Maklum mau derby, banyak psywar," ungkap Erick kepada sejumlah media termasuk detikSport.
Inter memang dalam performa tak memuaskan dua bulan belakangan ini karena cuma menang dua kali di Serie A sejak awal Desember. Sempat bertarung di jalur juara, Inter kini tertahan di posisi kelima dengan 51 poin, selisih 18 angka dari Napoli di puncak.
(mrp/yna)











































