Roma Ingin Banding
Sabtu, 02 Jul 2005 02:08 WIB
Jakarta - AS Roma akhirnya menanggapi perihal embargo transfer pemain yang diberikan FIFA. Il Gialorossi menyatakan akan melakukan banding di mahkamah arbitrasi olahraga (CAS).Embargo yang dijatuhkan FIFA kepada Roma ini berkaitan dengan skandal kasus transfer Phillipe Mexes musim lalu dari Auxerre ke tim klub dari ibukota Italia itu.Bermula dari hengkangnya Mexes dari tim divisi satu Prancis itu yang tidak meminta ijin untuk pindah ke Roma. Namun perwakilan dari Mexes mengatakan bahwa kepindahannya ke Roma itu sesuai dengan aturan yang diberlakukan FIFA, namun kubu Auxerre mengatakan bahwa dirinya melakukan pelanggaran serius pada kontraknya dengan Auxerre.Larangan FIFA ini tentunya menjadi pukulan besar bagi Roma untuk memenuhi ambisinya meraih kembali posisi terhormat di Seri A maupun kompetisi Eropa. Selain itu tiga pemain yang sudah direkrut tim yang bermarkas di Olympico ini terancam batal bergabung.Meskipun Roma dikabarkan menerima keputusan yang diberikan FIFA, tetap saja nada kecewa keluar dari lingkungan dimana klub ini berdiri. Presiden dari kawasan Latium sekitar Roma, Pietro Marazzo, misalnya. Ia mengatakan bahwa organisasi tertinggi sepakbola dunia ini harusnya berpikir ulang sebelum mengeluarkan keputusan itu."Hukuman seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Roma bukan hanya sebuah tim sepakbola melainkan gambaran dari warisan budaya dari ibukota dan seluruh pelosok negeri Italia. Hukuman ini bisa membuat Roma terpuruk yang mana klub ini melambangkan keutuhan di seluruh daerah Eropa dan level dunia," ujar Mazzaro seperti dikutip AFP, Sabtu (2/7/2005).Nada yang sama juga diungkapkan walikota Roma, Walter Veltroni. Menurutnya hukuman ini bisa berakibat pada sudut finansial AS Roma. "Keputusan ini membebani Roma, sebuah klub yang sangat diminati di bursa saham, menurut saya hal ini bisa berpengaruh besar pada ekonomi," tandasnya.Karena itulah Veltroni menaruh harapan besar kepada federasi sepakbola Italia (FIGC) untuk ikut campur tangan menangani kasus ini, sekaligus berusaha mengurangi hukuman yang diberikan ke Roma agar efek dari hukuman itu bisa diperkecil. (ian/)











































