Ambisi Mancini Setinggi Langit
Rabu, 17 Agu 2005 15:56 WIB
Jakarta - Roberto Mancini memiliki ambisi setinggi langit menjelang bergulirnya Liga Seri A Italia. Allenatorre Inter Milan itu tidak hanya ingin meraih scudetto, tapi ingin memperolehnya jauh-jauh hari sebelum kompetisi berakhir.Sama dengan musim lalu, Inter berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk musim kompetisi yang bakal dilaluinya. Beberapa pemain didatangkan dengan harapan bisa mengangkat prestasi tim lebih baik dibanding musim sebelumnya.Bisa jadi karena hal itulah Mancini memiliki keyakinan bisa meraih scudetto di musim 2005-2006 nanti. Apalagi kondisi dan performa skuad Nerazzurri terhitung menjanjikan untuk berlaga tahun ini. Buktinya dari 10 laga yang telah dilakoninya sebelum musim ini bergulir, tim yang bermarkas di Giuseppe Meazza tersebut hanya kalah satu kali (dari Napoli)."Kami memiliki penampilan yang bagus. Permainan berjalan baik dan kemampuan pemain untuk menerapkan berbagai macam strategi permainan cukup bagus," ujar Mancini usai mendampingi timnya berlatih tanding dengan klub Swedia Elsborg seperti dikutip Goal, Rabu (17/8/2005). Pertandingan itu sendiri berakhir 2-0 untuk keunggulan Inter.Tak ayal, semua kesuksesan tersebut membuat Mancini pede untuk mengungkapkan ambisi pribadinya kepada publik. Namun bukan berarti mantan pelatih dan pemain Lazio itu tidak mewaspadai semua lawan yang bakal dihadapinya nanti."Kami tidak boleh meremehkan semua tim promosi. Kami memiliki waktu untuk mempelajari hari demi hari pola permainan kami, tapi kami akan mencoba bisa memenangi gelar Seri A beberapa laga sebelum akhir musim," ujarnya.Namun Mancini segera menambahkan bahwa ambisinya itu termasuk bertujuan untuk membantu tim nasional Italia dan negara-negara lainnya. Ia ingin bisa meraih scudetto lebih cepat agar bisa memberi kesempatan kepada pemain-pemainnya bisa membantu negaranya di ajang Piala Dunia atau sekedar untuk berlibur.Inter memang menjadi salah satu pemasok pemain terbesar ke tim nasional tiap negara. Hampir seluruh anggota starting eleven Inter menjadi tulang punggung negaranya masing-masing. (ian/)











































