DetikSepakbola
Rabu 17 Oktober 2018, 16:13 WIB

Kekecewaan Nainggolan pada AS Roma

Okdwitya Karina Sari - detikSport
Kekecewaan Nainggolan pada AS Roma Radja Nainggolan kecewa dengan perlakuan AS Roma. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Milan - AS Roma memang klub yang melejitkan Radja Nainggolan. Namun, Nainggolan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya pada Roma terkait transfernya ke Inter Milan.

Nainggolan dilego ke Inter Milan pada musim panas lalu, untuk menandai berakhirnya kerjasama selama lima tahun dengan Roma. Selama berseragam Giallorossi, gelandang berusia 30 tahun itu telah membuat lebih dari 200 penampilan dengan sumbangan 33 gol dan 29 assist di semua kompetisi.

Nainggolan menjaga Roma finis tiga besar di setiap musim Liga Italia dan mencapai semifinal Liga Champions pertama klub pada 2017/18. Meski begitu, karier pemain berdarah Indonesia itu tidak bebas dari kontroversi.


Pada malam tahun baru 2018, Nainggolan mengunggah sebuah video di media sosial ketika dia sedang berpesta sambil mabuk, merokok, dan bersumpah serapah. Roma geram sehingga menghukum Nainggolan, dan diyakini aksi itu mendorong klub untuk menjual dia. Dari klub-klub yang meminati Nainggolan, salah satunya adalah klub China Guangzhou Evergrande.

Meski mengaku salah karena aksinya itu, Nainggolan tidak bisa menerima perlakuan Roma menjelang kepindahannya ke Inter. Nainggolan merasa kurang dihormati.

"Akhirnya bukan salahku, atau setidaknya tidak sepenuhnya," Nainggolan mengatakan kepada Gazzetta dello Sport, yang dikutip Football Italia.


"Aku dikecewakan oleh beberapa perlakuan, yang sebagai seorang manusia, aku tidak bisa menerimanya. Meski aku juga punya salah, tidak diragukan lagi, seperti video pada malam Tahun Baru... Tapi mereka (Roma) melakukan banyak hal tanpa mengatakan apapun kepadaku, alih-alih berbicara langsung seperti pria sejati," sembur mantan pemain timnas Belgia ini.

"Roma ingin menjualku. Aku mendapatkan kabar bahwa mereka sudah setuju dengan beberapa klub asing, yang tidak pernah kuterima. Aku diperlakukan seperti pemain yang tidak penting, mereka melakukan banyak hal di belakangku."

"Saat itu, (pelatih Inter Luciano-red) Spalletti menghubungiku dan aku tak pikir panjang lagi. Pada awalnya sih, aku menyesal tapi aku di sini disambut dengan sangat baik."


Simak Juga 'Blunder Nainggolan yang Buat Dirinya Menyesal':

[Gambas:Video 20detik]



(rin/nds)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed