Balada Damiano Tommasi
Jumat, 02 Sep 2005 07:19 WIB
Jakarta - Sungguh menyedihkan nasib Damiano Tommasi. Meski sudah sembilan tahun bekerja di Olimpico, Giallorossi tega membayarnya dengan upah minimum.Memang Tommasi bukanlah seorang pemain bintang layaknya Francesco Totti. Tetapi melihat apa yang telah dilakukannya buat AS Roma, pemain berusia 31 tahun itu sebenarnya memiliki peran yang sangat penting.Sejak dibeli dari Hellas Verona pada tahun 1995, ia langsung menjadi pemain inti. Selama semusim tidak kurang dari 30 pertandingan dimainkannya bersama Il Lupo. Selanjutnya pemain Italia itu terus mendapat kepercayaan, hingga ikut berperan mengantarkan Roma menjuarai Seri A tahun 2001, termasuk menjadi wakil kapten jika Totti absen atau cedera.Hingga tahun 2003 perannya di Roma masih cukup dominan baik di Liga Italia maupun kompetisi Eropa. Namun turunnya prestasi Roma ternyata seiring dengan kepercayaan atas kemampuannya.Ditambah karena dirinya yang terus dirundung cedera, dalam dua tahun terakhir jumlah pertandingan yang dimainkan gelandang pekerja keras dan bertekel maut ini tidak lebih dari 20 kali.Akhir musim lalu kontrak Tomassi seharusnya berakhir. Namun Tommasi masih ingin bertahan di Roma. Ironisnya kecintaan Tommasi seakan tidak dihargai oleh klub. Seperti dilansir Channel4, Roma memberinya tambahan kontrak satu tahun dengan upah minimum yang diperkenankan Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Berapa itu? 1.070 poundsterling atau sekitar Rp 20 juta per bulan -- gaji Totti bisa mencapai 80 kali lipat dari itu!Apa boleh buat, meskipun terdengar dan terasa ironis, namun Tommasi bersedia menandatangani kontrak tersebut, yang lazimnya diberlakukan buat para pemain yunior. Tampaknya Tommasi sudah terlanjur cinta pada "kerja sosial", sebagaimana ia dikenal sebagai sosok gentleman yang kerap terlibat dalam berbagai bentuk aktivitas sosial di luar lapangan hijau. (lom/)











































