sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 27 Des 2018 09:29 WIB

Koulibaly Sasaran Rasial Fans Inter, Ancelotti: Pertandingan Harus Berhenti

Randy Prasatya - detikSport
Kalidou Koulibaly (kanan) jadi sasaran aksi rasial dari fans Inter Milan. (Foto: Alberto Lingria/Reuters) Kalidou Koulibaly (kanan) jadi sasaran aksi rasial dari fans Inter Milan. (Foto: Alberto Lingria/Reuters)
FOKUS BERITA Boxing Day
Milan - Kalidou Koulibaly menjadi sasaran rasial dari fans Inter Milan. Carlo Ancelotti kecewa betul wasit tidak menghentikan pertandingan karena itu adalah insiden yang menentukan.

Duel antara Inter vs Napoli di Giuseppe Meazza pada Kamis (27/12/2018) dinihari WIB, berjalan sengit. Salah satu hal yang membuat tensi permainan menjadi meninggi adalah aksi rasial yang diterima Koulibaly.

Dia mendapat seruan suara-suara monyet dari fans Inter. Napoli sempat berulang kali meminta wasit Paolo Silvio Mazzoleni menghentikan pertandingan, namun hanya sekadar dijanjikan.


Koulibaly bermain cukup bagus selama menjadi sasaran aksi rasial. Dia berhasil menyapu bola di depan garis gawang pada babak pertama.

Bek Napoli itu akhirnya lepas kontrol di babak kedua. Dia diganjar kartu kuning setelah menghentikan serangan balik dari Matteo Politano. Hukuman itu direspons dengan tepuk tangan oleh Koulibaly dan wasit langsung melayangkan kartu kuning kedua.

Inter berhasil memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Gol Lautaro Martinez di injury time membuat Inter menang 1-0. Jelang laga usai, Napoli kehilangan Lorenzo Insigne yang diganjar kartu merah langsung.

"Saya meminta informasi kepada wasit tentang kartu merah dan tidak ada yang lain. Insiden-insiden itu agak menentukan pertandingan, karena kami telah melakukannya dengan sangat baik di babak kedua dan berusaha keras," kata Ancelotti kepada Sky Sport Italia.

"Kami bahkan memiliki kesempatan untuk memenanginya ketika main 10 orang, tetapi emosi sedikit meningkat pada akhirnya," sambungnya.


"Ada suasana yang aneh, ketika kami meminta tiga kali agar permainan dihentikan, mereka mengumumkan tiga kali lewat pengeras suara di stadion. Koulibaly tentu saja mudah tersinggung. Biasanya, dia sangat tenang dan profesional, tetapi dia menjadi sasaran suara monyet sepanjang permainan."

"Kami meminta tiga kali agar beberapa tindakan diambil, tetapi pertandingan berlanjut. Kami terus diberi tahu bahwa permainan bisa dihentikan, tetapi kapan? Setelah empat atau lima pengumuman? Mungkin kami harus mengambil tindakan sendiri di lain waktu dan berhenti bermain sendiri."

"Mungkin kami bakal mendapat hukuman jika pergi, tetapi kami siap untuk melakukannya. Ini tidak baik untuk sepakbola Italia," Ancelotti menegaskan.

(ran/nds)
FOKUS BERITA Boxing Day
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com