Milan Tinggalkan San Siro?
Jumat, 07 Okt 2005 02:11 WIB
Jakarta - San Siro mungkin takkan jadi kandang bersama lagi dua klub bergengsi kota Milan. Pikiran meninggalkan salah satu stadion terbaik dunia itu dicuatkan bos AC Milan Adriano Galliani.Milan, yang berdiri pada tahun 1899, sempat bermain di lima tempat berbeda dalam laga kandangnya sebelum pindah ke stadion mentereng ini pada 1926. Inter, yang usianya lebih muda delapan tahun dari Milan, menyusul ke San Siro pada 1947."Mungkin ini waktunya buat memikirkan adanya dua stadion buat dua klub Milan," ungkapnya kepada harian Italia Corriere della Sera, Kamis (6/10/2005). "Level pertama dibangun pada 1926 dan membaginya dengan Inter tidaklah mudah. Direksi mereka memiliki ide-ide yang berbeda dengan kami." Stadion berkapasitas 80 ribu tempat duduk ini -- Milan lebih suka menyebutnya San Siro, sedangkan Inter Giuseppe Meazza -- mengalami renovasi besar-besaran menjelang digelarnya Piala Dunia 1990 di Italia. Dari renovasi itu stadion ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di Italia, bahkan di Eropa maupun dunia. "Lapangannya luar biasa. Semua sudut pandang bagus. Sebagian besar penonton takkan basah jika turun hujan. Untuk bisa masuk ke sana juga mudah," aku Galliani.Namun secara umum ia tidak puas dengan standar stadion-stadion di Italia. Selain lintasan lari yang membuat jarak antara penonton dengan pemain, masih banyak stadion yang kondisinya tidak pas buat iklim sepakbola moderen saat ini."Di banyak stadion pemandangan yang Anda dapat tidaklah bagus. Kalau hujan Anda akan kebasahan, seperti dialami 5.000 fans Livorno di Florence (Artemio Franchi) minggu lalu. Habis itu mereka bisa kena flu. Kita tak mungkin terus-terusan begini.""Semua presiden klub sepakat dengan pandanganku bahwa merosotnya jumlah penonton akhir-akhir ini tak diragukan lagi karena ada hubungannya dengan kondisi stadion yang kuno dan tak terancang buat sepakbola," tambahnya.Sebagai referensi Galliani menunjuk stadion-stadion baru di Jerman untuk Piala Dunia 2006 yang memiliki tingkat keamanan tinggi dan selalu bisa diperbarui setiap kali dibutuhkan."Orang Jerman bilang mereka bisa menjual rata-rata 30 ribu liter bir dalam setiap pertandingan. Di stadion-stadion Italia Anda bahkan tak bisa memperoleh segelas air pun," sergahnya."Selama kondisinya masih seperti ini, maka fans akan lebih memilih menyaksikan pertandingan di televisi ketimbang mendatangi stadion," tegas Galliani lagi.Foto: Isi stadion San Siro (acmilan.it). (a2s/)











































