sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 06 Jun 2019 13:30 WIB

Marco Giampaolo Dikabarkan Bakal Latih Milan, Bagaimana Rekam Jejaknya?

Randy Prasatya - detikSport
Marco Giampaolo menjadi kandidat kuat pelatih AC Milan. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images) Marco Giampaolo menjadi kandidat kuat pelatih AC Milan. (Foto: Marco Luzzani/Getty Images)
Jakarta - Marco Giampaolo belum punya catatan mentereng di level kepelatihan. Tapi, dia santer dikabarkan bakal menjadi pelatih AC Milan untuk musim depan.

Menurut Sportitalia, Giampaolo telah menyetujui kontrak dua tahun dengan Milan. Pelatih Sampdoria itu juga bakal mendapat opsi tambahan kontrak satu tahun.

Keputusan ini dibuat oleh Paolo Maldini yang menjadi direktur teknik baru menggantikan Leonardo. Maldini berkolaborasi dengan Ivan Gazidis.

Giampaolo tinggal mengurus sisa kontrak satu tahun dengan Sampdoria. Rencana itu diperkirakan bakal dilakukan pada hari Senin nanti dan pertemuan dengan Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero, telah diatur.

Giampaolo bukanlah pelatih dengan nama mentereng. Dia belum pernah melatih klub-klub yang punya tradisi oke di kancah Eropa.


Pria 51 tahun itu memulai karier kepelatihan di Pescara dengan menjabat sebagai asisten pada 2000-2001. Setelah itu Giampaolo hengkang ke Giulianova dan Tereviso yang juga masih sebagai asisten pelatih.

Giampaol kemudian diboyong ke Ascoli pada 2004 untuk menjadi asisten pelatih Massimo Silva. Statusnya sebagai asisten pelatih kabarnya cuma sekadar kamuflase lantaran Giampaolo belum punya lisensi untuk menjadi pelatih kepala.

Kerja sama keduannya berjalan oke di musim pertama. Ascoli berhasil mendapat promosi ke Serie A. Di musim selanjutnya Ascoli juga mampu finis di posisi ke-10 divisi tertinggi sepakbola Italia.

Giampaolo hengkang ke Cagliari pada 2006 setelah menjadi asisten di Ascoli selama dua musim. Ascoli setelah ditinggal langsung degradasi dan musim pertamanya di Cagliari cuma finis di posisi ke-17 Serie A.

Setelah satu musim di Cagliari, Giampaolo loncat ke Siena. Dia sana dia cuma membawa Siena finis di posisi ke-14 Serie A 2008/2009 dan dipecat pada 29 Oktober 2009.

Giampaolo belum kehilangan peminat, dia dipinang oleh Catania untuk musim 2010/2011. Perjalanannya cuma bertahan singkat setelah dipecat pada Januari 2011.

Pada 4 Juni 2011 Cesena menunjuk Giampaolo sebagai pelatih. Lagi-lagi kariernya tak berjalan mulus setelah dipecat pada 30 Oktober 2011 karena hasil yang buruk. Giampaolo akhirnya menganggur selama hampir dua tahun.

Giampaolo baru kembali melatih pada Juli 2013 untuk membesut Brescia di Serie B. Pada 25 September 2013, dia pergi dengan kesepakatan bersama setelah Brescia kalah dari Crotone.


Pelatih kelahiran Bellinzona, Swiss, itu sempat bersitegang dengan suporter Brescia karena hasil yang mengecewakan. Dia juga lebih dulu menghilang selama tiga hari sebelum berpisah.

Gagal di Serie B, Giampaolo kemudian berlabuh ke Cremonese yang ada di Serie C 2014/2015. Di sana dia mencatatkan 26 pertandingan dengan sembilan kemenangan, 10 imbang, dan tujuh kalah.

Pada 9 Juni 2015, Giampaolo diangkat sebagai pelatih baru Empoli. Klub yang baru ditinggal Maurizio Sarri itu berhasi finis di posisi ke-10 klasemen Serie A.

Perjalanannya sampailah ke Sampdoria di musim selanjutnya. Giampaolo datang untuk menggantikan Vincenzo Montella.

Musim pertama dan keduanya, yakni 2016/2017 dan 2017/2018, membawa Sampdoria finis di posisi ke-10. Pada musim ketiga, Sampdoria di bawa finis di tempat kesembilan dan Fabio Quagliarella keluar sebagai top skorer Serie A 2018/2019.



Simak Juga 'Jadi Pelatih Inter, Conte: Babak Baru Hidup Saya Dimulai!':

[Gambas:Video 20detik]

(ran/yna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com