sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 21 Jun 2019 22:15 WIB

Presiden Napoli: Semoga Sarri Tak Juara di Juventus

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Maurizio Sarri mulai menangani Juventus musim ini. (Foto: David Klein/Reuters) Maurizio Sarri mulai menangani Juventus musim ini. (Foto: David Klein/Reuters)
Jakarta - Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis tak menyembunyikan perasaannya terhadap Maurizio Sarri. Dia mendoakan mantan pelatih timnya itu tak juara di Juventus.

Sarri seperti diketahui pernah tiga musim menangani Napoli. Dalam periode itu, pelatih asli Naples ini membawa Partenopei menjadi salah satu pesaing utama Juventus: dua kali jadi runner-up dan sekali finis ketiga.




Tapi di akhir periode bersama Napoli, hubungannya dengan De Laurentiis memburuk. De Laurentiis terus melemparkan kritik saat Sarri menerima pinangan Chelsea, semakin menjadi ketika pelatih 60 tahun itu musim ini direkrut Juventus.

"Maurizio itu pelatih yang bagus, saya melihat banyak kualitasnya. Saya tak terkejut dengan ini kok, sepakbola tak lagi soal ikon-ikon," ungkap De Laurentiis kepada Corriere della Sera.

"Dia tak memenangi apapun di sini dan dia juga mungkin tak juara di Turin. Dia adalah seorang rival dan saya cuma bisa mengharapkan dia tak juara," imbuhnya seperti dilansir Football Italia.




Kendati menegaskan respeknya atas keputusan Sarri, De Laurentiis menyebut ucapan lampau sang pelatih soal cintanya terhadap Napoli hanya omong kosong. Pengusaha perfilman itu turut menyerang cara Sarri menangani tim.

"Saya mendukung kebebasan memilih, oleh karena itu saya menghormati keputusannya. Orang-orang bisa melakukan apapun yang bisa mereka sukai, tapi mereka harus bertanggung jawab," sambungnya.

"Saya tak pernah percaya dengan cinta sejati Sarri untuk Napoli dan waktu sudah membuktikan saya benar. Saya sering menekankan bahwa saya itu pendukung monogami, saya percaya dengan pernikahan, dan saya sudah ada di Napoli selama 15 tahun meskipun satu seksi di kelompok suporter kami sudah mencoba menghalangi saya."




"Dia bekerja 15 jam sehari dan cuma memikirkan urusan lapangan. Dia tak punya waktu untuk hubungan personal, setidaknya di tempat kerja. Saya percaya selama tiga tahun di Napoli, dia tak pernah ikut makan malam tim dengan para pemainnya. Dia cuma memikirkan pertandingan, soal manajemen pemain di lapangan," tandas De Laurentiis. (raw/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com