Kampanye Antirasisme Pakai Lukisan Monyet, Serie A Minta Maaf

Adhi Prasetya - Sepakbola
Rabu, 18 Des 2019 12:43 WIB
Serie A meminta maaf atas lukisan kampanye antirasisme yang dikecam publik. Foto: Maurizio Lagana/Getty Images
Milan - Lukisan monyet yang diluncurkan Serie A sebagai kampanye antirasisme mendapat kecaman publik. Chief Executive mereka, Luigi De Siervo, meminta maaf atas mispersepsi yang terjadi.

Dilaporkan oleh Sky Sports, De Siervo memahami bahwa lukisan-lukisan yang dipamerkan di markas Serie A di Milan tersebut justru menyinggung banyak pihak, terutama mereka yang menjadi korban rasisme. Ia menyebut pihaknya akan menurunkan lukisan-lukisan itu dan menggantinya dengan yang baru.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas karya seni yang ditampilkan kemarin (Senin), saya menyadari bahwa hal itu sungguh tidak pantas," ujar De Siervo, Selasa (17/12) waktu setempat.

"Tapi yang tidak perlu dipertanyakan lagi adalah sikap Serie A dalam mengutuk segala bentuk diskriminasi dan rasisme, dan kami berkomitmen penuh untuk menghapusnya dari liga yang kita cintai ini."

"Serie A saat ini sedang mengurus kampanye antirasisme yang baru, dan tidak ada hubungannya dengan karya seni milik Simone Fugazzotto. Karya seni yang baru akan ditampilkan pada akhir Februari mendatang," sambungnya.



Sebelumnya, Serie A merilis karya seni lukisan tiga wajah monyet dengan tambahan corak bola sebagai wujud perlawanan terhadap rasisme. Ketiga monyet tersebut mewakili ras yang berbeda-beda, yakni monyet dari Barat, Asia, dan Afrika. Lukisan yang dibuat oleh seniman bernama Simone Fugazzotto itu dipamerkan di markas Serie A pada Senin (16/12).

Meski niatnya baik, justru Serie A malah menuai kemarahan. Suporter, pemain, hingga klub ikut mempertanyakan lukisan tersebut. Monyet diketahui menjadi hewan yang sering digunakan suporter di Italia untuk melakukan hinaan bernada rasis, mulai dari menirukan suara hingga melempar pisang.

"AS Roma sangat terkejut melihat kampanye antirasisme dari Serie A yang menggunakan lukisan monyet di media sosial hari ini," cuit akun Twitter resmi AS Roma, Senin (16/12).

"Kami sadar Serie A ingin melawan rasisme, tapi kami yakin ini bukanlah cara yang tepat," sambung pernyataan tersebut.

Di Liga Italia musim ini, sejumlah pemain sudah mendapat hinaan rasis. Mulai dari Romelu Lukaku (Inter Milan), Franck Kessie (AC Milan), Mario Balotelli (Brescia), hingga Chris Smalling (AS Roma).

Kampanye Antirasisme Pakai Lukisan Monyet, Serie A Minta Maaf




Simak Video "Sambangi Markas Sampdoria, Juve Menang 2-0"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/mrp)