Dan Zoro pun Menangis

Dan Zoro pun Menangis

- Sepakbola
Senin, 28 Nov 2005 08:54 WIB
Dan Zoro pun Menangis
Jakarta - Tubuh boleh tinggi besar, tapi orang boleh menangis jika merasa (di)sakit(i). Marco Andre Kpolo Zoro pun tak kuasa menahan airmatanya karena harga dirinya sebagai manusia dihina.Apa yang membuat pemain setinggi 185 cm ini menangis? Ia menerima perlakuan rasis dari sekelompok suporter Internazionale saat ia dan timnya, Messina, menjamu klub kota Milan itu di San Filippo, Minggu (28/11/2005).Pada pertandingan yang dimenangkan Inter dengan skor 2-1 itu, setiap kali menyentuh bola Zoro sering mendengar "suara-suara monyet" dari sebuah sektor stadion yang ditempati tifosi tim tamu. Tak kuat dengan hinaan itu, di menit 66 Zoro mengambil bola dan membawanya ke luar lapangan untuk diberikan kepada ofisial keempat. Tampaknya ia ingin pertandingan dihentikan saja.Melihat gelagat tidak baik, beberapa rekan setim Zoro langsung mendekati pria berkebangsaan Pantai Gading itu, termasuk rivalnya Adriano dan Obafemi Martins, yang notabene sama-sama berkulit hitam.Belakangan diakui Zoro, kedua pemain Inter itu meminta maaf atas perlakukan suporternya dan membujuk dirinya agar melanjutkan pertandingan. Di situlah airmata Zoro berlinangan. Ia menangis.Setelah dibujuk, lelaki berusia 21 tahun itu akhirnya mau main kembali. Keputusan itu disambut tepuk tangan meriah dari suporter Messina. Usai pertandingan ofisial mengajak Zoro bicara dan kasus ini akan dimasukkan dalam laporannya. Presiden Inter Giacinto Facchetti pun buru-buru ikut bertanggung jawab atas ulah fansnya itu dan memintakan maaf."Amat disayangkan hal-hal ini masih saja terjadi. Tapi Inter selalu berdiri tegap dalam menentang rasisme," demikian Facchetti dalam situs Inter, yang juga langsung memasang tajuk besar "Say No To Racism".Diceritakan Zoro, selama tiga tahun berkarir di Italia, ia sering mengalami perlakuan tidak mengenakkan itu. Tapi kali ini ia tak kuasa menahan emosinya karena hinaan itu terjadi di markasnya sendiri dan dilakukan oleh suporter tim lawan."Banyak orang yang tidak mencintai permainan ini, tapi mereka harus belajar bahwa kami bukan binatang dan aku ingin dihormati. Mereka bepergian berkilo-kilo meter untuk mengikuti tim kesayangannya, lalu melakukan perbuatan idiot ini," tutur Zoro.Di hari pertama musim ini Zoro juga pernah mendapat perlakuan rasis lebih besar dari suporter Lazio di stadion Olimpico. Usai pertandingan ia mengamuk sebelum dapat ditenangkan teman-temannya. Presiden Lazio Claudio Lotito pun mendatanginya ke ruang ganti Messina dan meminta maaf atas jamuannya yang tidak sedap itu.Foto: Marco Andre Kpolo Zoro saat dibujuk Adriano (AFP/Fabrizio Villa). (a2s/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads