Lima Menit untuk Anti Rasisme

Lima Menit untuk Anti Rasisme

- Sepakbola
Selasa, 29 Nov 2005 15:04 WIB
Lima Menit untuk Anti Rasisme
Jakarta - Tindakan rasisme yang kembali terjadi di Seri A mendapat kecaman keras dari banyak pihak. FIGC pun akan menunda seluruh pertandingan pekan depan selama lima menit sebagai aksi menentang rasisme.Diberitakan Yahoosports, Selasa (29/11/2005), otoritas sepakbola Italia FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) berencana akan menunda selama lima menit seluruh pertandingan Liga dan Copa Italia demi menunjukkan dukungan terhadap anti rasisme."Sepakbola Italia sangat menentang rasisme dan mulai hari Rabu (30/11/2005) nanti inisiatif ini akan diwujudkan dengan menyertakan para pelatih, ofisial tim, pemain dan juga wasit," bunyi pernyataan resmi FIGC.Rencana memundurkan jadwal kick off selama lima menit itu akan dimulai pada seluruh pertandingan Copa Italia hari Rabu (30/11/2005) besok. Di akhir pekan ini seluruh kompetisi Liga Italia mulai dari Seri A sampai level amatir juga akan melakukan hal yang sama.Sementara para pemain yang akan turun ke lapangan akan membawa berbagai macam spanduk yang berisi tentangan-tentangan terhadap tindakan rasisme.Akhir pekan lalu sepakbola Italia memang kembali dikotori dengan aksi rasis. Pemain Messina Marco Andre Kpolo Zoro mendapat teriakan dan ejekan berupa "suara-suara monyet" dari pendukung Inter Milan setiap kali ia mendapat bola. Pemain Pantai Gading itu sempat ingin menghentikan pertandingan karena merasa dilecehkan sebelum akhirnya bisa dibujuk kembali bermain oleh Adriano dan Obafemi Martins.Kejadian ini mengundang tanggapan dari pelatih timnas Italia Marcelo Lippi. Mantan pelatih Juventus itu mengecam keras perlakuan pendukung Inter pada Kpolo Zoro. "Hanya ada satu ras di dunia ini, dan itu adalah ras manusia. Dunia olahraga harus menentang kejadian ini."Rasisme memang bukan barang baru untuk sepakbola Italia. Jauh kebelakang, di akhir 80-an, dua pemain berkulit gelap asal Belanda Ruud Gullit dan Aaron Winter juga sempat menjadi korban. Bukan hanya datang dari tribun penonton, aksi rasisme juga datang dari dalam lapangan. Patrick Viera pernah merasakan bagaimana pedasnya ejekan mantan bek Lazio yang kini merumput di Inter Sinisa Mihajlovic soal perbedaan warna kulit. (din/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads