sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 12 Mar 2020 19:23 WIB

Virus Corona dan Kegembiraan Atalanta yang Singkat

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
VALENCIA, SPAIN - MARCH 10: Josip Ilicic of Atalanta ceebrates after he scores his sides fourth goal during the UEFA Champions League round of 16 second leg match between Valencia CF and Atalanta at Estadio Mestalla on March 10, 2020 in Valencia, Spain. (Photo by UEFA Pool/Getty Images) Atalanta lolos ke perempatfinal Liga Champions usai mendepak Valencia. (Foto: Getty Images/UEFA Pool)
Jakarta -

Atalanta baru saja bergembira karena lolos ke perempatfinal Liga Champions. Tapi kegembiraan itu tak berusia lama, ada realita menyakitkan di Bergamo.

Atalanta memastikan diri lolos ke perempatfinal Liga Champions setelah menang agregat 8-4 atas Valencia. La Dea mengunci tiket babak perempatfinal dengan kemenangan 4-3 pada leg kedua di Mestalla, Rabu (11/3/2020) dini hari WIB kemarin.

Kelolosan itu adalah sebuah sejarah buat Atalanta. Mereka berhasil menjejak perempatfinal pada musim debut di Liga Champions, menjadi tim kedelapan yang mengukir catatan itu dalam sejarah turnamen tersebut.

Tapi ada ironi tersendiri dari keberhasilan tersebut. Atalanta tak bisa merayakannya dengan para penggemar di kota asal, Bergamo, karena ancaman virus corona.

Bergamo adalah salah satu kota di wilayah terparah Italia yang terkena virus corona: Lombardia. Bahkan kemenangan atas Valencia pun terasa sunyi, mengingat pertandingan digelar tanpa penonton.

Italia saat ini tengah berjuang menghadapi virus yang juga dikenal dengan nama Covid-19 tersebut. Lebih dari 12 ribu orang Italia positif terinfeksi, dengan 827 jiwa melayang dan 1.045 yang pulih sejauh ini.

Italia menjadi negara terparah kedua setelah China, yang merupakan negara asal kemunculan virus corona. Wabah ini pada akhirnya menghentikan seluruh aktivitas olahraga di Negeri Pizza, termasuk kompetisi sepakbola tertingginya, Liga Italia Serie A.

Atalanta pun merasa memasuki dunia yang lain sepulang dari Valencia. Italia memang mengalami lonjakan besar dalam kasus virus corona, dengan ada 2.313 kasus baru hanya di hari Rabu kemarin.

"Saya merasa lelah. Kami tiba di Bergamo sekitar pukul 3.30 pagi dan saya langsung menyadari," ungkap Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini kepada Corriere dello Sport.

"Kami telah terjun ke sebuah realita yang sejak awal kami tahu bahwa itu sangat buruk, tapi bukan di titik seperti ini. Evolusinya sejak hari Minggu sungguh signifikan."

"Ini masih terlihat seperti dunia empat hari lalu, lalu jadi dunia lain di hari Senin, dan hari ini sudah berbeda lagi. Hari ini, kami tak tahu harus berbuat apa, kami sebenarnya ingin berlatih."

"Kami tak meminta banyak hal. Ini tidaklah mudah, kami akan beradaptasi. Kami tak tahu ke depannya bagaimana, hanya ada ketidakpastian."

"Akankah ini berlanjut? Akankah kami bermain lagi? Kami cuma tahu bahwa kami sudah lolos ke babak berikutnya dan kami sedang tampil baik di liga," imbuhnya.



Simak Video "Dramatis! 2 Gol PSG di Penghujung Laga Kandaskan Atalanta"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com