sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 31 Mar 2020 09:45 WIB

'Tahu Musim Takkan Lanjut, Pemain Juventus Mau Dipotong Gaji'

Mohammad Resha Pratama - detikSport
FILE - In this Wednesday, Dec. 11, 2019 filer, Juventus team players pose prior to the start of the Champions League Group D soccer match between Bayer Leverkusen and Juventus at the BayArena in Leverkusen, Germany. Cristiano Ronaldo and his Juventus teammates, combined with coach Maurizio Sarri, have agreed to forgo 90 million euros ($100 million) in wages if the Serie A season does not resume due to the coronavirus outbreak, the club announced Saturday. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (AP Photo/Martin Meissner, File) Juventus rela dipotong gajinya karena tahun musim takkan selesai (Martin Meissner/AP Photo)
Bari -

Pemain Juventus dipuji karena menerima pemotongan gaji. Tapi, hal itu dilakukan karena skuat Bianconeri merasa musim 2019/2020 takkan bisa dilanjutkan.

Pandemi virus corona
memaksa liga-liga top Eropa menghentikan kompetisi, termasuk Liga Italia. Tidak adanya pertandingan serta terhentinya aktivitas lain berpengaruh terhadap pemasukan klub, tak terkecuali Juventus.

Juventus mau tak mau harus mengurangi gaji pemainnya sehingga bisa menekan pengeluaran klub sampai 90 juta euro. Pemotongan bervariasi sedari 2 hingga 2,5 juta euro per pemain, dengan Cristiano Ronaldo mendapat potongan terbesar yakni 3,5 juta euro.

Aksi para pemain Juventus ini mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina. Dengan pemotongan gaji itu, Juventus bisa menggaji penuh staf non-pemain.



Meski demikian, Antonio Cassano yang pernah memperkuat sejumlah klub Serie A, menganggap wajar langkah yang diambil Ronaldo dkk. Sebab, di mata Cassano, para pemain mau dipotong gaji karena tahu musim ini mustahil untuk dilanjutkan.

Serie A sudah ditangguhkan sejak awal Maret dan diperpanjang hingga 30 April sambil menunggu perkembangan pandemi tersebut. Apalagi Italia menurut data adalah negara terbesar kedua jumlah penderita corona mencapai 101.739 kasus dengan 11.591 orang meninggal.

"Jika para pemain Juventus mau dipotong gaji, itu karena musim ini hampir pasti tidak akan berlanjut. Itu artinya mereka sudah mengetahui, jika tidak maka mereka takkan mau melakukannya," ujar Cassano kepada Corriere dello Sport.

"Itu bisa berlangsung selama berbulan-bulan. Bisa juga dilakukan di akhir Juni. Sudah tepat jika klub-klub Serie A memangkas gaji," sambung pria 37 tahun itu.



Simak Video "Bocah SD di Purwakarta Belajar Menjahit Isi Waktu Luang saat Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com