Lagi, Di Canio Salam Fasis
Senin, 12 Des 2005 07:56 WIB
Jakarta - Bintang gaek Lazio Paolo Di Canio bisa tersandung kasus yang sama untuk keduanya kalinya, dan bisa jadi bakal terkena sanksi lebih berat. Gara-gara apa? Salam ala fasis.Dikutip kantor berita ANSA, isyarat simbol fasisme itu dilakukan Di Canio dan diarahkan kepada suporter Lazio ketika dirinya diganti pemain lain di menit 59, saat Bianconeri melawat ke Livorno, Minggu (11/12/2005) -- kalah 1-2.Aksi yang ditunjukkan Di Canio itu dikhawatirkan dapat meningkatkan rivalitas suporter kedua klub karena secara historis memiliki perbedaaan aliran politik satu dengan lainnya.Fans Livorno dikenal sebagai pengikuti kuat aliran sayap kiri di Italia dan kerap mengibarkan bendera komunis palu-arit, sedangkan tifosi Lazio cenderung fanatik dengan haluan kanan, yang tak jarang mengusung banner salib Celtic (simbol populer bagi penganut neo-nazi terutama sejak lambang Swastika dilarang).Di Canio, yang juga tampak kesal dengan keputusan pelatih Delio Rossi mengeluarkan dirinya dari lapangan, kemungkinan besar akan dipanggil otoritas yang berwenang untuk menjelaskan perbuatannya itu.Pada akhir Januari lalu ia tertangkap jelas oleh kamera televisi membuat salam ala fasis usai mencetak gol ke gawang dalam derby Roma. Akibatnya ia dijatuhi denda sebesar 10 ribu euro.Dalam pembelaannya pria berusia 37 tahun itu menyangkal aksi tersebut berdampak signifikan secara politis. Namun komisi disiplin Liga Italia beranggapan bahasa non-verbal itu 'jelas memperlihatkan sebuah ideologi politik yang bisa memprovokasi reaksi kekerasan dari fans'. (a2s/)










































