sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 24 Jul 2020 05:06 WIB

Nafsu untuk Menang Jadi Bumerang untuk Juventus

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
UDINE, ITALY - JULY 23:  Cristiano Ronaldo of Juventus shows his dejection during the Serie A match between Udinese Calcio and Juventus at Stadio Friuli on July 23, 2020 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images) Juventus takluk di markas Udinese, menunda pesta juara mereka. (Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini)
Jakarta -

Juventus gagal mengunci gelar lebih cepat usai takluk dari Udinese. Maurizio Sarri menyebut timnya terlalu bernafsu untuk menang hingga tampil berantakan.

Juventus kalah 1-2 saat bertandang ke Dacia Arena, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB pada lanjutan Liga Italia. Bianconeri unggul lebih dulu lewat Matthijs de Ligt pada menit ke-42, tapi lantas dibobol Ilija Nestorovski di menit ke-52 dan Seko Fofana pada menit ke-92.

Kekalahan ini bikin pesta juara Juventus tertunda. Cristiano Ronaldo dkk seharusnya bisa berpesta malam ini juga dengan kemenangan berapapun, karena selisih mereka dengan Atalanta bakalan jadi sembilan poin dengan tiga pekan tersisa. Juventus unggul head to head atas rival terdekatnya itu.

Secara permainan, Juventus tampil dominan dengan penguasaan bola hingga 60,6%. Mereka mencatatkan 21 tembakan dengan lima yang on target, berbanding 11 percobaan milik Udinese di mana empat di antaranya mengarah ke gawang.

Sarri menyebut nafsu Juventus untuk menang justru menjadi bumerang. Tim kehilangan bentuk permainan dan skema, sehingga memberikan kesempatan untuk Udinese.

"Itulah yang terjadi belakangan ini, kami kehilangan organisasi dan bentuk permainan. Kami sempat menunjukkan performa bagus di babak pertama, lalu kebobolan gol penyama, dan bertekad untuk menang bagaimanapun caranya, yang jadi sebab kami mulai terlalu berantakan dan longgar," katanya kepada Sky Sport Italia, dilansir Football Italia.

[Gambas:Opta]

"Hasrat kami untuk menang yang membuatnya jadi pendekatan lebih berbahaya dan kami kalah tepat di menit ke-93 karena kami ingin menang bagaimanapun caranya. Sulit untuk menemukan keseimbangan pada saat ini, karena semua orang di setiap tim mulai lelah."

"Kami juga tidak agresif karena itu, tapi saya percaya organisasi permainan lebih penting ketimbang agresi saat ini. Ini lebih ke kelelahan mental ketimbang fisik, karena kami kehilangan ketenangan setelah gol penyama."

"Pertandingan-pertandingan berjalan sanagt aneh selepas lockdown, karena inersia berubah dengan begitu cepat. Kami harus belajar dari laga-laga ini dan mencoba menjaga pola permainan kami," imbuhnya.



Simak Video "Udinese Vs Juventus: Nyonya Tua Dipermalukan di Menit Akhir"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com