Totti Paling 'Kotor'
Senin, 02 Jan 2006 19:18 WIB
Jakarta - Tidak ada yang meragukan kehebatan skil teknis Francesco Totti di lapangan. Tapi bintang internasional Italia ini juga 'prestasi' yang cukup memalukan. Masih ingat perangai Totti di Piala Dunia 2002, ketika ia dikartu merah wasit Byron Moreno karena dianggap melakukan diving di kotak penalti lawan saat Italia menghadapi Korea Selatan? Atau tatkala pria berusia 29 tahun itu meludahi gelandang Denmark Christian Poulsen di Euro 2004?Nah, berbuat kontroversi dan mengoleksi kartu ternyata cukup "digemari" Totti. Indikasinya, baru-baru ini ia mendapat titel sebagai pemain yang paling sering diusir dari lapangan di sepanjang tahun lalu.Dari daftar 'kotor' pemain Seri A 2005 yang dilansir Football Italia, Senin (2/1/2006), kapten klub AS Roma itu berada di urutan teratas dengan koleksi tiga kartu merah. Totti mengalahkan antara lain rekan setimnya yang berposisi bek -- posisi yang lebih memungkinkan si pemain menerima kartu karena menekel pemain lawan adalah tugasnya --, Philippe Mexes.Mexes dan 15 pemain lain sepanjang 2005 mengumpulkan dua kartu merah. Beberapa nama lain yang sejajar dengan defender muda Prancis itu adalah Simone Vergassola (Siena), Giovanni Pasquale (Siena), Stefano Morrone (Livorno), Fabio Galante (Livorno), Domenico Morfeo (Parma), Matteo Contini (Parma), Lorenzo D'Anna (Chievo), Federico Cossato (Chievo) dan Alessandro Nesta (Milan).Tidak hanya kartu merah, Totti pun tergolong sering memungut kartu kuning. Dari daftar yang melibatkan 96 pemain itu ia menduduki peringkat 41 dengan total delapan kartu kuning.Tahun lalu sebanyak 426 kartu kuning dikeluarkan para wasit Seri A. Penerima terbanyak adalah Daniele Conti (Cagliari), Carmine Coppola (Messina), dan Lorenzo D'Anna (Chievo), yang pernah di-booking 16 kali.Tiga pemain yang menempati urutan kedua di daftar tersebut adalah Matteo Conti (Parma), Daniele De Rossi, dan Emanuele Filippini (Lazio dan Treviso), yang kantong mereka dipenuhi 14 kartu kuning.(Keterangan foto: Totti sering berurusan dengan wasit. AFP/Patrick Hertzog). (a2s/)











































