sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 14 Sep 2020 18:05 WIB

Berlusconi Diperbolehkan Pulang Usai Dirawat karena COVID-19

Adhi Prasetya - detikSport
MILAN, ITALY - MARCH 20:  AC Milan president Silvio Berlusconi gestures before the Serie A match between AC Milan and SS Lazio at Stadio Giuseppe Meazza on March 20, 2016 in Milan, Italy.  (Photo by Marco Luzzani/Getty Images) Berlusconi sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit usai terjangkit virus Corona. Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Milan -

Ada kabar baik dari eks bos AC Milan, Silvio Berlusconi. Ia sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit seusai terjangkit COVID-19.

Diketahui, Berlusconi harus menjalani perawatan sejak Jumat (4/9/2020) lalu di Rumah Sakit San Raffaele di kota Milan, setelah dinyatakan positif COVID-19. Ia juga sempat mengalami pneumonia ringan di paru-parunya.

Ia terkena virus Corona seusai pergi berlibur ke Sardinia. Awalnya, hasil tes Berlusconi negatif pada 25 Agustus lalu. Namun, dia kembali menjalani tes setelah tahu beberapa orang yang ditemuinya di sana belakangan justru dinyatakan positif COVID-19.

Kondisi Berlusconi jelas mendapat perhatian khusus, apalagi usianya sudah 83 tahun. Namun pada akhirnya kondisi eks Perdana Menteri Italia itu semakin membaik dan pada Senin (14/9) sudah diperbolehkan pulang.

Hal itu dikonfirmasi oleh salah satu anggota partai Forza Italia yang dipimpin Berlusconi.

"Presiden akan keluar (dari rumah sakit) siang hari ini," kata salah seorang anggota partai, dikutip Reuters.

Selama perawatan, kondisi Berlusconi dikabarkan tak pernah memburuk dan tak perlu sampai menjalani perawatan intensif. Hanya saja, dokter yang merawatnya menyebut kondisi pemilik klub AC Monza itu bisa berbahaya andai ia terkena virus itu di periode Maret-April lalu, saat pandemi sedang gawat-gawatnya di Italia.

"Kandungan virus yang ditemukan dalam tes swab milik Berlusconi sangat tinggi. Kalau ia mengalaminya di periode Maret-April, mungkin kondisinya tak akan seberuntung sekarang," kata Alberto Zangrillo, dokter yang merawat Berlusconi, seperti dikutip Football Italia.

"Virus itu bisa saja membunuhnya andai ia terkena lebih awal, dan dia paham akan hal itu," sambungnya.

Italia memang sempat menjadi episentrum penyebaran virus Corona di Eropa di bulan Maret. Mereka sampai memberlakukan lockdown hingga akhirnya mulai dilonggarkan pada Mei lalu, seiring penurunan jumlah kasus.

Hingga Senin (14/9) siang WIB, masih ada 10.119 kasus di Italia selama sepekan terakhir, sebagaimana dilaporkan New York Times. Namun sejumlah agenda olahraga sudah bisa dihadiri penonton, di antaranya seperti Formula 1 GP Tuscan dan MotoGP San Marino akhir pekan lalu.



Simak Video "Eks PM Italia Silvio Berlusconi Positif Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com