sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Minggu, 15 Nov 2020 20:00 WIB

Conte: Jangan Bandingkan Tim Saya dengan Inter-nya Mourinho

Novitasari Dewi Salusi - detikSport
Inter Milans head coach Antonio Conte and players react after the Europa League final soccer match between Sevilla and Inter Milan in Cologne, Germany, Friday, Aug. 21, 2020. (Ina Fassbender/Pool via AP) Antonio Conte enggan dibandingkan dengan Jose Mourinho (Foto: AP/Ina Fassbender)
Milan -

Antonio Conte enggan timnya dibandingkan dengan Inter Milan era Jose Mourinho. Conte merasa belum pantas karena belum meraih kesuksesan.

Mourinho merupakan salah satu pelatih Inter yang paling sukses. Bersama pria asal Portugal itu, Nerazzurri meraih lima trofi, termasuk treble pada musim 2009/2010.

Selain dengan Mourinho, Conte juga dibandingkan dengan pelatih legendari Inter lainnya, Helenio Herrera. Herrera mempersembahkan tujuh trofi selama melatih Inter pada 1960-1968.

"Perbandingan itu membuat saya tersanjung. Dan saya merasakan tangung jawab untuk meraih hasil yang sama," ujar Conte kepada Gazzetta dello Sport.

"Tapi jangan lupakan perbedaan fase sejarah dari klub. Inter-nya Herrera dan Mourinho adalah kenyataan yang solid. Tim dengan orang-orang yang sudah memenangi banyak hal."

"Orang-orang dengan kepribadian, terbiasa dengan tekanan, yang bertanggung jawab dan tidak pernah membuat kesalahan di momen-momen menentukan."

"Bahkan Inter saya punya nilai-nilai penting, saya cuma tidak mau keliru dengan dimensi yang berbeda. Kami memulai jauh di belakang," kata Conte.

Conte diangkat sebagai pelatih Inter sejak musim panas 2019. Pada musim perdananya, eks pelatih Juventus itu membawa Inter finis runner-up di Liga Italia dan Liga Europa.

"Fans berhak bermimpi, tapi kami harus sadar kalau musim lalu adalah anomali dan kami melakukan sesuatu yang luar biasa karena kesalahan tim lain. Kami finis satu poin di belakang Juventus karena, setelah jadi juara, mereka menurun di laga-laga terakhir," ucap Conte.

"Saya lebih bangga finis di depan Napoli, yang seharusnya jadi pesaing juara. Saya ingat pertandingan di mana kami kalah dari Juventus sebelum lockdown. Rasa lapar mereka akan kesuksesan masih utuh. Kami berusaha untuk ada di level yang sama," katanya.

(nds/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com