Del Neri Tak Terselamatkan

Del Neri Tak Terselamatkan

- Sepakbola
Minggu, 29 Jan 2006 08:07 WIB
Del Neri Tak Terselamatkan
Jakarta - Partai melawan Siena tidak menyelamatkan karir Luigi del Neri di Palermo. Sebaliknya, dari pertandingan itu ia langsung kehilangan jabatannya sebagai pelatih alias dipecat.Del Neri dinyatakan diberhentikan sebagai allenatore Fabio Grosso dkk tak lama setelah Palermo dipecundangi Siena 1-3 di kandang sendiri, Minggu (29/1/2006) dinihari WIB.Atas kekalahan itu tifosi tuan rumah terus meneriakkan nada-nada kekecewaan terhadap tim kesayangannya itu di stadion. Sekitar 100 fans yang kesal juga sempat mencegat bus pemain di luar Stadio Renzo Barbera.Setelah mengadakan pertemuan darurat di ruang ganti dengan direktur Rino Foschi dan Rinaldo Sagramola, Del Neri diputuskan didepak dari klub tersebut, meninggalkan Palermo yang baru mengutip 26 poin dari 22 pertandingan, di mana lima dari tujuh laga terakhirnya berupa kekalahan."Kami sangat sedih mengambil keputusan ini," kata Foschi, sang direktur sport. "Del Neri tidaklah beruntung dan kami memikirkan aksi ini hanya setelah kekalahan dari Siena. Saya akui saya juga sedang mempertimbangkan untuk mundur."Kursi yang diduduki Del Neri mulai goyah sejak beberapa pekan terakhir, terutama sejak pemilik klub Maurizio Zamparini terus mengkritik taktiknya kepada publik. Del Neri menolak mengubah sistemnya meskipun timnya kebobolan 35 gol dari 22 game.Pria berusia 55 tahun itu mulai dikenal orang saat mengantarkan Chievo finis di urutan lima besar pada musim pertamanya di Seri A pada musim 2001/2002.Di akhir musim 2003/2004 ia meninggalkan Chievo untuk menggantikan Jose Mourinho menangani juara Eropa asal Portugal, FC porto. Namun ia dipecat bahkan sebelum kompetisi dimulai gara-gara terlibat konflik dengan para atasannya. Ia lalu kembali ke Italia untuk menukangi AS Roma, meneruskan pekerjaan singkat Rudi Voeller. Sayang, kesuksesan tidak ia raih dan harus meninggalkan klub ibukota itu sebelum kompetisi berakhir. (Foto: Karir kepelatihan Luigi del Neri mulai masuki masa berat. AFP/Fabrizio Villa). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads