sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 11 Jan 2021 07:20 WIB

Roma Vs Inter: Parkir Bus Bikin Si Ular Kehilangan Tiga Angka

Putra Rusdi K - detikSport
Romas Gianluca Mancini is celebrated by teammates after he scored his sides second goal during a Serie A soccer match between Roma and Inter Milan at Romes Olympic stadium, Sunday, Jan. 10, 2021. (AP Photo/Gregorio Borgia) Pemainan parkir bus Inter Milan di menit akhir menjadi bumerang saat menghadapi AS Roma (Foto: AP/Gregorio Borgia)
Roma -

Keputusan Inter Milan bermain parkir bus menjelang laga tuntas saat jumpa AS Roma menjadi bumerang. Mereka kebobolan usai terus diserang Serigala Ibu Kota.

Inter Milan tertahan 2-2 oleh AS Roma di Olimpico Roma pada giornata ke-17 Serie A, Minggu (10/1/2021) malam WIB. Il Lupi unggul lebih dulu melalui Lorenzo Pellegrini pada menit ke-17.

Inter mampu berbalik memimpin berkat gol dari Milan Skriniar (56') dan Achraf Hakimi (63'). Namun, kemenangan Nerazzurri yang sudah di depan mata harus sirna setelah Gianluca Mancini mencetak gol empat menit menjelang bubaran.

Sebelum gol Mancini, Inter memilih bertahan sangat dalam untuk menahan gempuran Roma. Namun, keputusan Si Ular untuk 'parkir bus' ini justru menjadi bumerang dan dinilai jadi sebab mereka kehilangan tiga angka.

Pasalnya, hal ini membuat Roma bisa memegang kendali jalannya laga. Dikutip dari WhoScored, Serigala Ibu Kota membuat 10 tembakan di 15 menit terakhir laga sedangkan, Inter yang fokus bertahan sama sekali tak membuat ancaman.

Taktik untuk sangat bertahan ini sebenarnya tak dikehendaki pelatih Inter, Antonio Conte. Mantan manajer Chelsea ini mengungkapkan bahwa ia ingin anak asuhannya terus melakukan pressing.

Namun, hal tersebut tak bisa direalisasikan karena para pemain Inter kelelahan. Mereka juga terlalu takut kehilangan poin karena khawatir Roma bisa mengantisipasi dengan baik pressing tinggi yang dilakukan La Beneamata.

"Saya rasa ada kecemasan untuk bisa meraih poin krusial di laga ini. Kami memberi tahu para pemain untuk terus melakukan pressing karena bertahan terlalu dalam bukanlah hal yang baik. Roma sudah tanpa beban dan terus menekan," ujar Conte dikutip dari Football Italia.

"Kami punya identitas permainan dan selalu memainkan itu. Paulo Fonseca (pelatih Roma-red) mengatakannya kemarin, kami adalah tim yang sulit dihentikan. Pelatih tim lain jelas sudah membaca itu karena tidak semua tim bermain seperti kami."

"Kami sering kebobolan karena kami melakukan pressing tinggi dan meninggalkan celah terlalu banyak di belakang. Kami terlalu banyak ditembus oleh serangan balik di musim ini."

"Kami juga harus punya kekuatan dan energi untuk melakukan hal itu. Saya selalu menggunakan starting 11 yang sama di beberapa pertandingan terakhir. Wajar, jika kami kehilangan energi di menit-menit akhir," tambahnya.

Hasil ini membuat posisi kedua tim di klasemen tak berubah. Inter tetap berada di posisi kedua dengan 37 angka terpaut tiga angka dari Roma yang satu tingkat di bawah mereka.



Simak Video "Pil Pahit Inter Milan dari AS Roma"
[Gambas:Video 20detik]
(pur/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com