10 Data dan Fakta Usai Inter Singkirkan Milan di Coppa Italia

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Rabu, 27 Jan 2021 11:00 WIB
MILAN, ITALY - JANUARY 26: Romelu Lukaku of FC Internazionale is challenged by Alessio Romagnoli of AC Milan during the Coppa Italia match between FC Internazionale and AC Milan at Stadio Giuseppe Meazza on January 26, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Data dan fakta usai Inter Milan mengandaskan AC Milan di perempatfinal Coppa Italia. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Inter Milan menyingkirkan AC Milan untuk lolos ke semifinal Coppa Italia. Adapun sejumlah data dan fakta yang mengiringi kemenangan Nerazzurri itu.

Inter mengalahkan Milan secara dramatis dengan skor 2-1 dalam pertandingan perempatfinal di Giuseppe Meazza, Rabu (27/1/2021) dinihari WIB. La Beneamata comeback setelah tertinggal lebih dulu akibat dibobol Zlatan Ibrahimovic di babak pertama.

Tim tuan rumah memanfaatkan keunggulan jumlah pemain usai Ibrahimovic diganjar kartu kuning kedua (kartu merah) pada menit ke-58. Romelu Lukaku mencetak gol balasan Inter dengan mengonversi hadiah penalti, menyusul pelanggaran Rafael Leao terhadap Nicolo Barella.

Kemenangan Inter Milan dipastikan oleh pemain pengganti Christian Eriksen. Gelandang Denmark itu mengeksekusi tendangan bebas yang disarangkan ke sudut atas gawang AC Milan di pengujung pertandingan.

Hasil ini selangkah mendekatkan Inter ke trofi Coppa Italia. Pasukan Antonio Conte itu selanjutnya akan berhadapan dengan pemenang antara duel Juventus versus SPAL, yang bermain di Serie B.

Berikut ini adalah 10 statistik yang tercipta setelah duel Inter vs Milan berakhir, sebagaimana dirangkum Opta.

1. Inter lolos ke semifinal Coppa Italia dalam dua musim beruntun untuk pertama kalinya sejak 2010/11 dan 2009/10.

2. Inter telah mencetak gol pertamanya dari tendangan bebas langsung untuk pertama kalinya sejak April 2019 (Cancelo vs Cagliari); 55 tendangan bebas tanpa mencetak gol sejak saat itu.

3. Hanya Messi, Calhanoglu, Pjanic, dan Ronaldo yang mencetak lebih banyak tendangan bebas langsung daripada Eriksen (13) sejak 2013/14, di antara pemain-pemain di lima liga top Eropa di seluruh kompetisi.

4. AC Milan gagal lolos ke semifinal Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak 2016/17.

5. Zlatan Ibrahimovic memainkan pertandingan paling sedikit (15) di antara pemain-pemain di lima liga top Eropa yang mampu membuat setidaknya 14 gol di seluruh kompetisi musim ini.

6. Ibrahimovic telah membukukan delapan gol dalam tujuh pertandingan untuk AC Milan melawan Inter, mangsa favorit dia untuk Rossoneri di seluruh kompetisi.

7. Ibrahimovic diganjar kartu merah di sebuah pertandingan yang dimainkan di Eropa untuk pertama kalinya sejak Maret 2015 (Chelsea vs PSG).

8. Romelu Lukaku telah mencetak gol di masing-masing dari empat pertandingan melawan satu tim tertentu (AC Milan), untuk pertama kalinya sejak dia bergabung Inter.

9. Lukaku adalah satu dari hanya tujuh pemain di lima liga top Eropa yang mencetak paling tidak 18 gol di seluruh kompetisi pada 2020/21.

10. Lukaku menjadi salah satu dari hanya tiga pemain di lima liga top Eropa (lainnya adalah Lewandowski dan Oyarzabal), yang mampu mengonversi seluruh hadiah penalti yang diambil di seluruh kompetisi sejak 2019/20, di antara pemain-pemain yang mengambil minimal 12 penalti.



Simak Video "Prediksi AC Milan vs Inter Milan bersama Milanisti Indonesia dan Inter Club Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/cas)