Yang Bersih-Bersih Sajalah

Jelang Inter vs Juventus

Yang Bersih-Bersih Sajalah

- Sepakbola
Jumat, 10 Feb 2006 10:26 WIB
Yang Bersih-Bersih Sajalah
Jakarta - Ini adalah momen yang tepat untuk mengingatkan orang bahwa predikat Derby d'Italia adalah milik Internazionale versus Juventus.Fans Inter, meskipun juga tidak menyukai tifosi AC Milan -- karenanya duel dua tim sekota itu dijuluki Mother of all derbies -- memiliki tingkat kebencian yang lebih tinggi terhadap Juventus, sebagaimana Bianconeri konon merupakan klub yang punya pembenci terbanyak di dunia.Kebencian itu punya pemantik lagi belakangan ini, menyusul kontroversi yang oleh banyak media massa setempat dianggap menguntungkan Juventus. Fans Inter tentu menjadi tidak tenang di tempat duduknya karena tim mereka-lah kandidat terkuat saat ini yang bisa menghambat laju "Si Nyonya Tua" untuk menjadi juara musim ini.Kontroversi Juve terjadi akhir pekan lalu saat mereka menang 1-0 atas Udinese di Delle Alpi. Ketika itu Udinese diyakini tidak mesti kalah karena gol tunggal Alessandro del Piero ditengarai berbau offside dan klaim penalti Udinese, yang sebenarnya mutlak, tidak digubris wasit.Tiga hari kemudian Inter kembali mengurut dada. Sudahlah kalah 1-2 dari Fiorentina, Juve mereka anggap diistimewakan lagi oleh wasit. Saat menghadapi Parma di Turin, pasukan Zebra diberi satu hadiah penalti yang kontroversial, sekalipun eksekusi Del Piero tak masuk. Sedikit keuntungan buat Inter, Juve ditahan imbang 1-1.Maka terjadilah perang non-teknis tersulut. Kubu Inter mengangkat isu klasik bahwa Juve selama ini memang dikenal dekat dengan korps pengadil, dan oleh karena itu sering diuntungkan.Pihak Juve tidak tinggal diam. Selain membalas setiap komentar miring yang dialamatkan kepada mereka, baru-baru ini terbetik kabar bahwa sejumlah pengurus Juve akan membuat DVD berisi perlbagai kecurangan Inter, yang juga karena kedekatannya dengan wasit. Nah, sama-sama dekat toh?Hari Minggu (12/2/006) lusa Inter akan menjamu musuh besarnya itu di Giuseppe Meazza, San Siro. Menang akan membawakan dua kepuasan buat skuad Roberto Mancini itu. Satu, sebagai ganjaran atas kontroversi tersebut; dua, sebagai pengaman peluang mereka untuk mengganjal Juve merebut scudetto.Saat ini Inter tertinggal sembilan angka, sementara masih tersisa 10 pertandingan. Namun mengalahkan sendiri rival utama adalah cara yang terbaik ketimbang terus-terusan berharap tim-tim lain dapat melakukan hal yang sama.Kembali ke isu wasit, Inter punya kenangan pahit yang membuat mereka kehilangan kesempatan menjadi juara di musim 1997/1998. Ketika itu, pada giornata ke-31, Inter kalah 0-1 dari Juventus. Yang bikin mereka geram, wasit tidak menghadiahi Javier Zanetti cs tendangan penalti meskipun Mark Iuliano jelas-jelas melanggar Ronaldo di kotak terlarang. Juve akhirnya tak tertahankan dan keluar sebagai juara.Gamblang sudah betapa suporter Inter pasti ingin melihat tim kesayangannya melabrak Juventus pekan ini, terlebih setelah di pertemuan pertamanya di musim ini mereka kalah 0-2 di Delle Alpi.Bos Inter Massimo Moratti berkomentar pendek buat big match yang krusial untuk timnya itu. Ia tidak berbusa-busa berbicara soal teknis, namun yang ia harapkan adalah pertandingan tidak berakhir dengan kontroversial."Kupikir sangatlah sulit untuk lebih difavoritkan ketimbang Juve (untuk jadi juara). Tapi aku hanya berharap pertandingan ini akan berjalan bersih," tukasnya.Setuju!Jadwal pertandingan lain(Foto: Kapten Inter Javier Zanetti dan Il capitano Juventus Alessandro del Piero). (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads