Cetak Rekor, Roma Bersyukur

Cetak Rekor, Roma Bersyukur

- Sepakbola
Senin, 27 Feb 2006 10:29 WIB
Cetak Rekor, Roma Bersyukur
Jakarta - Kemenangan atas Lazio menandakan sebuah rekor baru yang dicetak oleh AS Roma. Tak pelak, rasa syukur tak terhingga diekspresikan jajaran skuad Giallorossi.Tidak ada yang menyangka pertarungan Derby Della Capitale, Senin (27/2/2006) dini hari WIB tadi menjadi momen penting bagi Roma. Unggul 2-0 berkat gol-gol sumbangan Rodrigo Taddei dan pemain muda Alberto Aquilani, Roma kini mencatat sejarah sebagai klub Italia pertama yang membukukan 11 kemenangan beruntun, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Juventus (1931/1932), AC Milan (1950/1951), dan Bologna (1963/1964), yang "hanya" menang 10 kali berturut-turut.Tentu saja kesuksesan ini disambut rasa gembira yang amat sangat oleh para pemain dan ofisial Roma. Layaknya tampil sebagai juara, mereka melakukan victory lap, termasuk kapten yang tengah cedera, Francesco Totti.Pelatih Luciano Spalletti pun tidak kalah dramatis, larut dalam suka cita dan histeris. Bagaimanapun ia pantas melakukannya karena masa-masa sulit di awal kiprahnya di Olimpico telah dilewati."Kami harus tetap fokus setelah meraih sesuatu yang luar biasa ini. Apalagi tanpa seorang juara seperti Totti. Kami betul-betul beruntung bisa memimpin lebih dulu di pertandingan ini dan bermain pola menyerang, kendati ada tekanan yang bisa mengarah ke beberapa kesalahan sederhana," ujar Spaletti dikutip Channel4.Menurunkan Aquilani bisa dibilang langkah tepat yang dilakukan Spalleti. Memasukkan pemain muda yang lahir dan dibesarkan Roma itu, berbuah gol kedua di menit 63, dimana Aquilani berhasil memperdaya penjaga gawang Lazio Angelo Peruzzi."Ini mimpi yang saya tunggu sejak saya lahir. Saya sendiri berpikir tidak akan bermain hari ini, namun Spalletti memberiku kesempatan dan saya berterima kasih padanya," kata Aquilani. Menimpali Aquilani, Taddei yang membuka peluang kemenangan dengan gol pertama juga mengungkapkan rasa gembira atas kesuksesan skuadnya itu. Namun pencapaian yang lebih tinggi merupakan target yang diinginkan oleh Taddei. "Kami berjuang dari awal hingga akhir, tetapi itu tak berakhir di sini. Kami harus terus dan membuat rekor baru. Momen-momen seperti inilah yang harus kita syukuri kepada Tuhan," tambah Taddei. Sementara bagi Totti, diakuinya tak ada perasaan ditinggal oleh tim dalam kemenangan itu. Apalagi para teman-temannya termasuk sang pelatih memakai jersey bertuliskan namanya sebagai tanda kalau tim sangat kehilangan sang kapten yang tengah cedera. Ia pun mengaku juga bisa merasakan kebahagiaan yang sama meski tak bermain."Kami sekarang dalam sejarah, tak ada yang penting dari ini. Memang berat hanya berada di pinggir lapangan, namun teman-temanku membuat semuanya menjadi lebih mudah bagiku. Itu memberi motivasi lebih untuk pulih secepatnya," tandas Totti. Selain Totti, para pemain Roma juga punya tokoh lain yang mereka hargai. Di sela-sela perayaan beberapa pemain menaiki tempat VIP untuk memberikan penghormatan kepada Presiden Roma Franco Sensi, yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Sensi hadir di pertandingan tersebut dan berurai air mata melihat kesuksesan timnya.Foto: Pesta Francesco Totti dan AS Roma bak merayakan tropi juara. AFP/Carlo Baroncini. (erk/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads