Ante Rebic Bilang Ibu Wasit adalah PSK?

Kris Fathoni W - Sepakbola
Rabu, 17 Mar 2021 16:52 WIB
AC Milans Ante Rebic, center, leaves the field after he was shown a red card during a Serie A soccer match between AC Milan and Napoli, at the San Siro stadium in Milan, Italy, Sunday, March 14, 2021. (AP Photo/Luca Bruno)
Ante Rebic Bilang Ibu Wasit adalah PSK? (Foto: AP/Luca Bruno)
Jakarta -

Pemain AC Milan Ante Rebic dapat sanksi tambahan selepas kartu merahnya. Ada yang menyebut itu lantaran ucapan Rebic yang mengaitkan ibu wasit dengan prostitusi.

Rebic dimainkan sebagai pemain pengganti ketika Milan kalah 0-1 dari Napoli dalam laga Serie A akhir pekan lalu. Ia masuk menggantikan Rade Krunic di menit ke-60, saat Rossoneri ketinggalan satu gol, dengan harapan menambah daya dobrak.

Namun, harapan itu jauh dari kenyataan. Alih-alih menjebol gawang Napoli gol, Ante Rebic justru harus keluar lapangan lebih cepat. Ia bikin ulah saat injury time dan dapat kartu merah.

Ante Rebic dilaporkan sudah menghina wasit Fabrizio Pasqula, yang keputusan-keputusannya ia anggap selalu merugikan AC Milan. Si pengadil lapangan tak terima dan langsung mengeluarkan kartu merah.

Tak berhenti sampai situ, Ante Rebic kemudian juga dapat sanksi dari Komite Disiplin Liga Italia. Menurut La Gazzetta dello Sport, Rebic dijatuhi sanksi larangan bertanding selama dua laga. Rebic dinilai bersalah karena 'menunjukkan ekspresi tak hormat yang tidak sopan kepada wasit di menit ke-47 babak kedua'.

Disebutkan oleh SportBible, yang mengutip informazione.it, Ante Rebic sudah mengucapkan kalimat tidak pantas kepada wasit Pasqula terkait hinaan prostitusi, "aku lihat ibumu jadi PSK di Naples."

Akibat sanksi tersebut, Ante Rebic kini tak bisa bermain di dua laga berikutnya AC Milan di Serie A yakni lawan Fiorentina dan Sampdoria. Dia baru bisa dimainkan lagi kala timnya melakoni laga tandang kontra Parma (11/4).

Ini juga bukan kali pertama pesepakbola 27 tahun itu tersandung masalah akibat ucapannya ke wasit. Semasa masih main di Frankfurt pada tahun 2019, ia pun dikartu merah akibat mencerca pengadil lapangan. Saat itu ia disanksi UEFA larangan main lima laga.

(krs/nds)