Ronaldo Ditolak Internisti
Rabu, 15 Mar 2006 09:21 WIB
Jakarta - Jika ingin kembali ke Inter Milan, Ronaldo sepertinya harus melakukan upaya ekstra. Sebab Internisti dengan tegas menunjukkan penolakan mereka.Pergi dengan tidak "baik-baik" menjadi bumerang bagi Ronaldo. Saat bersama Inter, pretasinya cukup mengesankan termasuk menjadi topskor tahun 1997 dengan 25 gol. Namun pada pertengahan musim 1998-1999 striker Brasil itu mengalami cedera lutut dan baru pulih setelah dua tahun lebih. Bahkan musim 2000-2001, Ronaldo sama sekali tidak melakoni satu pertandingan pun.Ironisnya, dukungan Inter selama masa pemulaihannya juga perlakuan khusus dari pemilik Inter Massimo Maratti, seperti tidak memiliki arti bagi Ronaldo. Tahun 2002 peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2002 itu memilih meninggalkan Giuseppe Meazza dan bergabung dengan Real Madrid.Keputusan Ronaldo tersebut meninggalkan sakit hati bagi tifosi Inter karena merasa dikhianati. Mereka pun bereaksi saat isu bahwa pemain berusia 29 tahun itu akan kembali ke Giuseppe Meazza kian santer.Saat pertandingan kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Ajax Amsterdam, Rabu (15/3/2006), suporter Inter dengan terang-terangan menunjukkan penolakan mereka terhadap rencana kembalinya Ronaldo. Hal ini ditunjukkan dengan pemasangan spanduk serta gambar-gambar yang berisi penolakan terhadap Ronaldo.Aksi ini mendapat reaksi dari pelatih Inter, Roberto Mancini usai kemenangan 1-0 atas Ajax. "Ini sangat disesalkan karena Ronaldo cukup bagus saat di Inter, meski dia pergi dengan meninggalkan cerita yang tidak enak. Satu-satunya hal yang harus dilakukannya adalah dia harus berbicara dengan para pemimpin Ultra untuk memecahkan masalah ini. Dia adalah teman bagi saya, dan saya senang jika dia kembali ke sini. Tetapi saya sadar bahwa ada banyak orang yang merasa dikhianati," ujar Mancini seperti dilansir Channel4.Bukan hanya Internisti yang kehilangan simpati terhadap Ronaldo, tetapi fans Real Madrid juga merasakan hal yang sama. Hal ini karena pernyataan Ronaldo yang ingin segera meninggalkan Real karena merasa dirinya tidak didukung. Foto: Sebuah poster Ronaldo dijerat lehernya digantung di dekat katedral Duomo, Milan, pada September 2002 sebagai bentuk ketidaksukaan fans Inter atas kepindahan pemain Brasil itu ke Real Madrid. Isu Ronaldo akan kembali bersama Nerazzurri ditentang suporternya. (AFP/Rafael Diaz) (lom/)











































