Buffon Pilih Balikan dengan Parma karena ...

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 23 Jun 2021 10:40 WIB
REGGIO NELLEMILIA, ITALY - MAY 19: Gianluigi Buffon of Juventus looks on ahead of the TIMVISION Cup Final between Atalanta BC and Juventus on May 19, 2021 in Reggio nellEmilia, Italy. A limited number of fans will be allowed into the stadium as Coronavirus restrictions begin to ease in the UK. (Photo by Claudio Villa/Getty Images for Lega Serie A)
Gianluigi Buffon kembali ke Parma setelah 20 tahun (Foto: Getty Images for Lega Serie A/Claudio Villa)
Jakarta -

Gianluigi Buffon mengungkap alasannya kembali ke Parma. Kiper berusia 43 tahun itu punya beberapa hal yang mendorongnya pulang ke klub lamanya itu.

Buffon meninggalkan Juventus usai musim 2020/2021 selesai. Dia kemudian kembali ke Parma dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Parma merupakan klub pertama Buffon saat memulai karier profesional pada 1995. Kiper Italia itu lantas memperkuat Gialloblu sampai 2001.

Bersama Parma kala itu, Buffon menjuarai Coppa Italia, Piala UEFA, dan Piala Super Italia. Kembali ke Parma disebut Buffon seperti pulang ke rumah.

"Saya punya banyak kenangan, terutama motivasi dan berharap bisa menulis beberapa babak penting lagi dalam sejarah klub ini dan saya tahu saya bisa melakukannya," ujar Buffon kepada Sky Sport Italia.

"Itulah alasan utama saya kembali ke sini, dengan 999 alasan lain! Saya merasakan emosi kuat, karena reaksi emosional adalah satu-satunya cara agar tetap memberikan hasil di level ini di usia saya saat ini."

"Saya tahu Parma akan memberi saya sesuatu yang tidak bisa diberikan tim lain, jadi kalau saya sudah yakin dengan pilihan saya, sekarang saya makin yakin."

"Melihat tempat ini lagi membuat saya merasa seperti pulang ke rumah. Saya perlu merasa bahagia, dan Parma adalah tempat yang mencintai saya seperti saya mencintai mereka."

Gianluigi Buffon juga punya alasan pribadi lainnya kenapa memilih untuk kembali ke Parma setelah 20 tahun. Buffon ingin anak-anaknya mengenal klub pertama ayahnya.

"Kalau saya mengambil pilihan ini, itu juga agar seluruh generasi bisa bilang mereka menonton Buffon main untuk tim tercintanya, dan itu sangat berarti buat saya," ucap Buffon.

"Anak-anak saya tidak tahu seperti apa saya waktu di Parma atau arti klub dan kota ini buat saya, dan itu membuat saya terusik."

"Sebagai ayah, saya ingin anak-anak saya merasakan pengalaman itu, juga istri saya, dan cara terbaik adalah dengan kembali ke sini, jadi mereka bisa merasakannya sendiri," kata Buffon.

(nds/mrp)