Ibrahimovic Jadi Kakak Tertua di Milan, Perhatian Sama Adik-adiknya

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 28 Sep 2021 20:27 WIB
Milans Zlatan Ibrahimovic celebrates after scoring  his sides seconf goal during the Italian Serie A soccer match between Milan and Lazio at the San Siro stadium in Milan, Italy, Sunday, Sept. 12, 2021. (Spada/LaPresse via AP)
Ibrahimovic menjadi pemain paling tua di skuad Milan. Foto: AP/Spada
Jakarta -

Brahim Diaz kembali melontarkan pujian untuk rekan setimnya di AC Milan, Zlatan Ibrahimovic. Penyerang Swedia itu sudah seperti kakak tertua yang penuh perhatian dengan adik-adiknya.

Ibrahimovic memang pemain paling tua di Milan, di mana ia akan berusia 40 tahun pada Oktober mendatang. Ia pun menjadi salah satu panutan di skuad Rossoneri yang banyak dihuni pemain berusia di bawah 25 tahun.

Dengan pengalaman yang panjang, ditambah sudah pernah bermain di 5 liga besar Eropa dan merengkuh banyak trofi, Ibrahimovic pun tak pelit ilmu, termasuk kepada Brahim Diaz. Oleh sebab itu, keberadaannya pun amat berharga, meski kini sedang dibekap cedera.

Saran dari Ibrahimovic pun begitu berguna bagi Brahim Diaz. Pemain berdarah Maroko itu kini tengah tampil cemerlang bersama Milan, dengan mencetak 4 gol dan 1 assist dari 7 laga yang sudah dimainkan musim ini.

"Dia sudah seperti abang tertua. Dia selalu menuntut lebih, tetapi kemudian dia akan memberimu saran yang luar biasa," kata Brahim Diaz soal Ibrahimovic kepada Diario AS.

"Dia menunjukkan kasih sayangnya pada saya, dan hal itu membuat saya jadi percaya diri. Dia selalu memberi perbedaan, terlepas dia main atau tidak. Sebuah nilai tambah bisa memilikinya di dalam tim. Dia masih sangat kuat dan itu sudah ditunjukkannya dalam latihan," lanjutnya.

Musim ini, Ibrahimovic baru bermain selama 30 menit untuk Milan. Cedera tendon achilles membuatnya harus menepi. Meski begitu, ia sudah menyumbang satu gol ke gawang Lazio pada 12 September lalu, ketika Rossoneri menang dua gol tanpa balas.

(adp/krs)