ADVERTISEMENT

Setop Cerita Lebay soal Junior Messias!

Randy Prasatya - Sepakbola
Kamis, 02 Des 2021 10:00 WIB
AC Milans Junior Messias celebrates scoring his sides second goal during the Serie A soccer match between Genoa and AC Milan, at the Genoa Luigi Ferraris stadium, Italy, Wednesday, Dec. 1, 2021. (Tano Pecoraro/LaPresse via AP)
Junior Messias tak ingin kisah hidupnya di luar sepakbola dibahas-bahas bak dongeng. (Foto: AP/Tano Pecoraro)
Genoa -

Junior Messias tak suka kisah hidupnya dibikin bak sebuah dongeng. Dia cuma ingin orang-orang membahas soal kemampuannya di lapangan.

AC Milan vs Genoa berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (2/12/2021) dini hari WIB. Tim tamu memimpin di babak pertama dengan skor 2-0 lewat gol Zlatan Ibrahimovic dan Junior Messias.

Messias tampil sip pada laga ini dan mengemas gol lagi pada babak kedua untuk membawa Milan menang dengan skor 3-0. Pemain asal Brasil itu akhirnya mencetak brace sekaligus gol pertama selama berkostum Milan di Serie A.

Messias sebelumnya mengemas gol perdana untuk Milan di Liga Champions saat mengalahkan Atletico Madrid 1-0. Gol itu sekaligus menghidupkan lagi asa Rossoneri untuk ke babak 16 besar.

Sejak gol tersebut, kisah hidup Messias di luar sepakbola ramai dibahas. Dia tiba ke Italia untuk kerja serabutan pada 2011, seperti menjadi kurir di sebuah toko.

"Seperti yang dikatakan pelatih, saya di sini karena berhasil mendapatkannya. Waktu telah berlalu untuk dongeng dan apa yang biasa saya lakukan, sekarang saya ingin berbicara tentang sepakbola dan apa yang saya lakukan sekarang. Setiap pemain berbeda dan memiliki kisahnya sendiri," kata Messias kepada Sky Sport Italia.

Messias datang ke Milan pada awal September. Dia harus langsung beradaptasi dengan kompetisi resmi tanpa menjalani pramusim, namun cedera datang mengganggunya.

"Ketika Anda tidak berhasil mendapatkan pelatihan pramusim dengan tim baru, itu dapat menyebabkan masalah dan saya pikir juga karena cedera. Saya selalu bekerja untuk tim dan berusaha memberikan yang terbaik, jadi tidak masalah jika saya bermain di sayap atau sebagai trequartista," pria berusia 30 tahun itu mengungkapkan.

"Anda bermain melawan pemain kuat, mereka yang menulis sejarah. Di Milan kami memiliki orang-orang seperti Zlatan Ibrahimovic, Paolo Maldini, dan Dida, yang benar-benar membuat tanda mereka, dan senang bekerja dengan mereka."

"Anda harus beradaptasi, apakah itu di klub kecil atau besar, liga yang lebih rendah atau papan atas. Kemampuan beradaptasi sangat penting," Messias menegaskan.

(ran/mrp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT