Pemain Juventus Dulu Tak Siap Saat Ronaldo Datang

Randy Prasatya - Sepakbola
Minggu, 02 Jan 2022 11:22 WIB
NANJING, CHINA - JULY 24: Gianluigi Buffon (L) of Juventus celebrates with teammate Cristiano Ronaldo after winning the penalty shootout during the International Champions Cup match between Juventus and FC Internazionale at the Nanjing Olympic Center Stadium on July 24, 2019 in Nanjing, China. (Photo by Yifan Ding/Getty Images)
Gianluigi Buffon dan Cristiano Ronaldo dalam pramusim Juventus. (Foto: Getty Images/Yifan Ding)
Jakarta -

Sejak diperkuat Cristiano Ronaldo, Juventus malah tidak bertaji. Para pemain Bianconeri seperti tidak siap kedatangan bintang Portugal itu.

Ronaldo bergabung dengan Juventus pada musim panas 2018 dari Real Madrid. Bintang asal Portugal itu digadang-gadang membawa Juve lebih bertaji di Liga Champions, yang sudah tak dimenangi sejak musim 1995/1996 silam.

Penampilan La Vecchia Signora justru antiklimaks di kompetisi tersebut. Setelah terhenti di perempatfinal pada musim pertama bareng Ronaldo, Juve malah sudah tersingkir di babak 16 besar dalam dua musim berikutnya.

Juventus semakin tak menentu di musim ketiga bersama Ronaldo. Si Nyonya Tua bahkan gagal meraih Scudetto dan sempat nyaris gagal merebut tiket ke Liga Champions.

Gianluigi Buffon sempat mengatakan kalau Juventus kehilangan DNA juara ketika ada Ronaldo. Mantan kapten Bianconeri itu kemudian mempertegas pernyataannya itu dan menyebut para pemain seperti tidak siap dengan kehadiran Ronaldo.

"Saya mengatakan bahwa DNA tertentu telah hilang karena saya pikir begitu, dan pada refleksi yang lebih dalam saya dapat mengatakan bahwa jelas itu bukan kesalahan Cristiano, karena dia top dan ketika Anda merekrut pemain sekaliber itu, Anda tahu apa yang harus dilakukan," kata Buffon kepada Corriere della Sera.

"Sebab dia adalah pemain hebat dan ketika anda merekrut pemain sekaliber dia, anda tahu apa yang harus dilakukan. Anda harus paham apakah yang lainnya siap, dan menurut saya banyak pemain yang tidak siap berbagi pengalaman tertentu. Suka atau tidak, semua orang merasa sudah selevel Ronaldo dan seharusnya itu tidak terjadi di Juventus."

Buffon pergi menuju Paris Saint-German saat Ronaldo datang. Saat kembali ke Juventus, Buffon melihat ada yang salah dengan mentalitas pemain.

"Ketika dia tiba di Turin, saya pindah ke Paris. Dan ketika saya kembali, saya melihat sesuatu yang berbeda, yang tidak lagi mengingatkan saya terhadap apa yang telah saya tinggalkan," tegasnya.

(ran/aff)