Buntut Skandal Mafia Wasit
Presiden FIGC Mundur
Selasa, 09 Mei 2006 07:15 WIB
Roma - Berita keterlibatan Juventus dalam pengaturan wasit rupanya memberi dampak bagi banyak pihak. Setelah kemarin tiga petinggi Juventus dikabarkan akan dipecat, kini presiden FIGC Franco Carraro mengundurkan diri. Carraro selama beberapa hari ini menghadapi tekanan yang besar dari masyarakat Italia akibat pernyataannya tentang penyadapan telepon terhadap Luciano Moggi. Bos Juve itu dituduh telah melakukan pengaturan terhadap penunjukkan wasit yang akan memimpin pertandingan Seri A. Hal itu membuat masyarakat Italia empertanyakan kredibilitas Liga Italia. Meskipun Carraro berjanji bahwa sistem keadilan olahraga Italia akan segera bergerak cepat dan bertindak sekuat tenaga menangani masalah tersebut, ia akhirnya tak kuat menghadapi tekanan yang ada dan akhirnya memilih mundur.Ketua FIGC itu memutuskan lengser setelah berdiskusi dengan dua tokoh komite olahraga Italia, Gianni Petrucci dan Raffaele Pagnozi. Dalam surat pengunduran dirinya Carraro membantah tuduhan ketidakmampuan organisasi yang dipimpinnya. "Komitmen Federasi dalam beberapa hari ke depan telah begitu besar dan itu membutuhkan sebuah pengaturan yang baik agar dapat memenuhi tugasnya dan berkonsentrasi penuh," ujar Carraro seperti dilansir Reuters, Selasa (9/5/2006).Keputusan orang nomor satu di badan Liga Italia itu membuat wakilnya, Giancarlo Abete, secara otomatis dipromosikan menjadi ketua. Meskipun berita ini terbilang mendadak, namun hal tersebut tidak mengejutkan publik Italia."Pengunduran diri Franco Carraro adalah sebuah tindakan berani dan tidak mengejutkan bagi orang-orang yang mengenal dirinya seperti saya," tandas presiden Lega Calcio yang juga wakil presiden AC Milan, Adriano Galliani."Sepakbola Italia perlu mencari presiden yang baru seperti dirinya, pintar dan cakap dalam tugasnya. Atas dasar itu secara pribadi saya mengharapkan ia mau memikirkan ulang keputusannya untuk mundur," tambahnya.Pihak federasi akan memulai penyelidikan terhadap beberapa nomor telepon yang telah disadap oleh pengadilan Turin yang melibatkan beberapa tokoh penting dalam organisasi Liga Italia, tetapi nama Carraro disebut tidak terlibat. Skandal tersebut saat ini telah menarik perhatian berbagai pihak yang menghubungi FIGC untuk segera menyelesaikannya agar dapat memulai musim depan dengan lebih baik. "Saya menginginkan perubahan sistem yang radikal," tegas presiden asosiasi pemain, Sergio Campana. "Kami mempunyai hak untuk meminta hal ini diselesaikan dengan cepat dan penjatuhan sanksi yang tepat sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Pihak federasi perlu mengembalikan kredibilitas sepakbola."Foto: Franco Carraro (gollevante.it) (ian/)











































