ADVERTISEMENT

10 Data dan Fakta Duel Inter Vs Milan

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 04 Feb 2022 15:47 WIB
MILAN, ITALY - FEBRUARY 21: Lautaro Martinez (R) of Internazionale competes for the ball with Franck Kessie (L) of AC Milan during the Serie A match between AC Milan  and FC Internazionale at Stadio Giuseppe Meazza on February 21, 2021 in Milan, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
10 data dan fakta seputar laga Inter Milan vs AC Milan di akhir pekan. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Jakarta -

Derby della Madonnina jilid II tersaji di akhir pekan. Simak 10 data dan fakta menarik seputar laga Inter Milan vs AC Milan itu.

Inter gantian menjadi tuan rumah dengan menjamu Milan di Giuseppe Meazza, Minggu (6/2/2022) dinihari WIB. Pada pertemuan pertama di awal musim ini, kedua kesebelasan berbagi angka setelah seri 1-1.

Saat ini Inter masih memimpin klasemen dengan perolehan 53 poin dari 22 pertandingan, unggul empat poin dari Milan di posisi ketiga yang memiliki angka serupa dengan Napoli di atasnya. Dengan situasi ini maka Derby Milan akan krusial buat kedua tim, terutama untuk Rossoneri karena masih tertinggal.

"Tentu kami percaya bisa memenangi scudetto. Sekarang kami akan menghadapi pertandingan penting melawan Inter dan kemenangan akan jadi kesempatan bagus untuk meraihnya di akhir musim," ujar striker Milan Olivier Giroud.

Berikut ini adalah 10 data dan fakta jelang duel Inter Milan vs AC Milan

1. AC Milan adalah tim yang paling banyak seri melawan Inter Milan di Serie A (56). Namun, tidak ada tim lain yang lebih banyak mengalahkan Rossoneri daripada Inter (67). AC Milan juga sudah kemasukan 247 gol di level tertinggi melawan Inter, lebih banyak dibanding lawan manapun.

2. Setelah hasil 1-1 di laga sebelumnya, Inter dan AC Milan bisa saja berimbang lagi untuk kedua kalinya di sebuah musim Serie A. Itu akan menjadi yang pertama sejak 2016/17, ketika Stefano Pioli masih menukangi Inter.

3. Inter Milan cuma sekali kalah dalam 11 pertandingan terakhir melawan AC Milan di Serie A (1-2 pada Oktober 2022). Inter memetik enam kemenangan dan empat kali seri di dalam periode itu, di mana AC Milan cuma sekali clean sheet.

4. Sejak musim 2020/2021, Inter menderita kekalahan di empat dari 60 pertandingan Serie A (menang 44, seri 12) dengan salah satunya melawan AC Milan pada Oktober 2020. Di periode yang sama, Nerazzurri kalah lebih sedikit dari setengah jumlah kekalahan tim manapun di kompetisi ini (Atalanta, sembilan).

5. Setelah seri 0-0 melawan Juventus, AC Milan bisa saja gagal mencetak gol di liga untuk kedua kalinya beruntun sejak Februari 2021. AC Milan terakhir kalinya seri beruntun di liga terjadi pada Desember 2020.

6. Kekalahan kandang terakhir Inter Milan di Serie A terjadi pada Oktober 2020 melawan AC Milan dan sejak saat itu melaju tidak terkalahkan dalam 28 laga. Ini adalah laju tidak terkalahkan terpanjang Inter Milan di kandang sendiri di kompetisi ini sejak tidak terkalahkan di 46 pertandingan di antara April 2008-November 2010, yang diakhiri oleh AC Milan (0-1, Zlatan Ibrahimovic mencetak gol kemenangan Milan).

7. Inter Milan (53 gol) dan AC Milan (47) mencetak paling banyak gol di Serie musim ini. Lebih jauh lagi AC Milan (delapan) dan Inter (tujuh) adalah dua tim dengan jumlah gol paling banyak dari open play dengan paling tidak 10 operan.

8. Hakan Calhanoglu terlibat dalam 74 gol dalam 172 pertandingan AC Milan di seluruh kompetisi ini. Saat itu Calhanoglu adalah pemain Milan yang sudah mencetak gol (32) dan membuat assist (42) paling banyak. Setelah golnya di laga sebelumnya, AC Milan bisa menjadi tim ketiga yang dibobol Calhanoglu di dua pertemuan pertama liga (bersama Chievo dan Fiorentina).

9. Edin Dzeko telah terlibat dalam enam gol Serie A melawan AC Milan, semuanya untuk AS Roma (5 gol dan satu assist). Dia mencetak lima gol dari gol-gol itu di Giuseppe Meazza, termasuk mencetak dua gol dalam 28 menit pertama permainan pada Mei 2017.

10. Zlatan Ibrahimovic sudah mencetak delapan gol dalam Derby Milan di Serie A (6 untuk AC Milan, 2 untuk Inter). Hanya Giuseppe Meazza (12), Gunnar Nordahl (11), dan Stefano Nyers (11) yang mencetak gol lebih banyak di derby ini dalam sejarah kompetisi.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT