Moggi: Saya Dijebak

Moggi: Saya Dijebak

- Sepakbola
Selasa, 23 Mei 2006 12:18 WIB
Moggi: Saya Dijebak
Turin - Mantan General Manager Juventus, yang juga tersangka utama skandal mafia wasit di sepakbola Italia, Luciano Moggi berbicara panjang lebar soal hal ihwal bagaimana skandal itu bisa terbongkar. Menurutnya dia dijebak Presiden Liga Italia, Adriano Galliani. Bagaimana Galliani bisa terlibat? Berikut penjelasan Moggi dalam surat kabar Quotidiano Nazionale seperti dilansir channel4, Selasa (23/5/2006). "Saya dijebak," demikian pengusaha sukses ini di awal penjelasannya. "Segalanya berawal pada bulan September lalu ketika saya bertemu dengan (Presiden AC Milan, Silvio) Berlusconi di Palazzo Grazioli. Saat itu dia menawari jabatan di Milan. Saya terkejut tetapi juga merasa terhormat. Saya katakan padanya kalau saya akan memikirkannya," cerita Moggi. Ditambahkan pria berkepala plontos ini, ketika itu dia tidak langsung mengiyakan karena kompetisi (2005-06) baru dimulai. Namun Berlusconi rupanya tersinggung dengan penolakannya. Menurut klaim Moggi, pertemuan dengan Berlusconi menjadi sumber dari segala petaka yang terjadi. Namun Galliani-lah yang mengeksekusi keinginan bosnya. "Kita semua tahu seperti apa Berlusconi, dan tidak banyak yang menyenangkan hatinya. Jelas kalau dia memeberi tahu Galliani soal rencananya." "Dua pekan setelah pertemuan saya dengan Berlusconi, FIGC (PSSI-nya Italia) mendapatkan kiriman dokumen dari Turin yang berisi rekaman pembicaraan telepon antara saya dengan figur-figur lain di sepakbola Italia. Setelah itu (Presiden FIGC, Franco) Carraro kemudian memberi tahu Galliani, dan sepertinya dia menyarankan Berlusconi untuk melupakan saya," tambahnya. Rekaman pembicaraan antara Moggi dengan kepala wasit itu kemudian bocor ke media. Dan sejak itu skandal mafia wasit menjadi besar dan memakan korban Presiden FIGC, Franco Carraro serta Moggi sendiri. Namun mengenai pengunduran diri Carraro karena tekanan media, Moggi punya pendapat sendiri. Menurutnya pimpinan FIGC itu tak sepenuhnya suci karena dia juga mengetahui hal ikhwal skandal itu. "Dia (Carraro) tahu segalanya. Kami semua tahu darimana informasi pertama diperoleh," tukasnya.Tak puas menyalahkan Galliani dan Berlusconi, Moggi juga menyalahkan sistem sepakbola Italia. Menurutnya sepakbola di negeri pizza itu memang rawan penyuapan sejak lama. "Bukan saya yang menemukan sepakbola yang seperti ini tetapi sistem (di sini) memang selalu bekerja seperti itu," kata Moggi. "Selama bertahun-tahun para pelaksana (kompetisi) selalu menerima telepon dari klub. Dan itu jelas bukan telepon pertemanan karena orang-orang (dari klub) selalu punya alasan untuk mengkomplain soal segala sesuatu," ungkapnya. Meski secara tidak langsung mengakui keterlibatannya dengan skandal wasit, Moggi tidak menunjukkan penyesalan. Padahal Juventus terancam degradasi ke Seri B jika skandal itu terbukti. "Saya, seperti rekan-rekan saya yang lain, hanya ingin memastikan kalau pertandingan-pertandingan kami diwasiti orang yang betul-betul profesional," tandasnya. Foto:: Luciano Moggi menuduh Adriano Galliani telah menjebaknya (ist) (mel/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads