ADVERTISEMENT

Allegri Jelaskan Alasan Jarang Orbitkan Pemain Akademi Juventus

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 08 Apr 2022 07:00 WIB
TURIN, ITALY - APRIL 03: Juventus FC coach Massimiliano Allegri issues instructions to his player Alvaro Morata during the Serie A match between Juventus and FC Internazionale at Allianz Stadium on April 03, 2022 in Turin, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Allegri (tengah) saat memberi instruksi kepada para pemain Alvaro Morata. Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Jakarta -

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri menjelaskan mengapa dirinya jarang mengorbitkan pemain muda ke tim utama. Hal itu disebabkan level kematangan yang dinilai belum cukup.

Sebagaimana diketahui, klub-klub Serie A dinilai kurang mempercayai pemain muda didikan akademi untuk bermain di tim utama. Hal ini dituding menjadi salah satu penyebab kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022 meski berstatus juara Eropa.

Juventus yang dilatih Allegri pun tak lepas dari 'dosa' ini. Jarang sekali pemain muda jebolan akademi yang menembus tim utama. Pemain-pemain muda yang berhasil mendapat tempat di tim utama biasanya merupakan tempaan klub lain.

Dengan kata lain, Juventus lebih suka membeli pemain 'jadi'. Hal ini mungkin terdengar wajar untuk klub yang memasang target tinggi setiap musim, namun menjadi pertanyaan ketika stok akademi yang lebih mudah 'direkrut' tetap diabaikan, padahal tim utama didera badai cedera. Allegri punya penilaian sendiri terkait hal ini.

"Selama beberapa tahun terakhir, saya memperhatikan adanya kecenderungan di Italia untuk menganggap seorang pemain muda sebagai seorang juara setelah main bagus di 2-3 laga," kata Allegri dalam acara Festival Pemuda di kota Gaeta, seperti dikutip Football Italia.

"Tapi perlu diingat, hal itu membuat perkembangan mereka jadi diburu-buru. Seorang pemain 20 tahun tak akan pernah bisa memiliki kematangan yang sama seperti pemain 28 tahun," jelasnya.

Pelatih Italia Roberto Mancini dalam jumpa pers pertama setelah gagal ke Piala Dunia menegaskan dirinya akan mencoba memanggil sejumlah pemain muda, sekalipun mereka belum menjadi pemain inti di klub.

Ia ingin memiliki regenerasi skuad yang bagus, mengingat ia kesulitan menemukan pemain alternatif saat para pemain utamanya tampil di luar harapan. Faktor ini dinilai menjadi penyebab utama Italia tampil buruk usai menjuarai Piala Eropa.

Harapannya, dengan dipanggil ke timnas, klub-klub tempat mereka bernaung pun akan memberi kesempatan bermain lebih banyak.

(adp/raw)

ADVERTISEMENT