Modal Bagus si Ular Hadapi Final Coppa Italia

ADVERTISEMENT

Modal Bagus si Ular Hadapi Final Coppa Italia

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Sabtu, 07 Mei 2022 05:30 WIB
Inter Milans head coach Simone Inzaghi, center, celebrates with his players after the end of the Serie A soccer match between Inter Milan and Empoli at the San Siro Stadium, in Milan, Italy, on Friday, May 6, 2022. Inter Milan won the game 4-2. (AP Photo/Antonio Calanni)
Inter comeback lawan Empoli, jadi modal hadapi Final Coppa Italia (AP/Antonio Calanni)
Milan -

Inter Milan melakoni comeback untuk mengalahkan Empoli. Ini bisa jadi "bahan bakar" Il Biscione menghadapi final Coppa Italia tengah pekan nanti.

Inter dalam misi wajib menang kala menjamu Empoli di Giuseppe Meazza, Jumat (6/5/2022) malam WIB. Namun, Inter malah tertekan dan kebobolan dua gol sebelum setengah jam laga berjalan.

Gawang Samir Handanovic dibobol bergantian oleh Andrea Pinamonti dan Kristian Asllani. Pada lima menit terakhir babak pertama, Inter menyamakan skor lewat bunuh diri Simone Romagnoli dan Lautaro Martinez.

Gol kedua Lautaro di babak kedua membawa Inter berbalik unggul 3-2 sebelum dimantapkan Alexis Sanchez di masa injury time. Inter menang 4-2 sekaligus menguasai puncak Serie A setidaknya dalam 48 jam, sebelum AC Milan melawat ke Hellas Verona.

Kemenangan yang penting untuk Inter karena mereka harus berjuang untuk mendapatkannya. Oleh karenanya, pelatih Inter Simone Inzaghi menilai hasil ini penting untuk menaikkan moral para pemainnya.

Sebab Inter tak cuma tiga laga "final" di Serie A untuk berebut Scudetto dengan Milan, tapi juga modal penting menghadapi final Coppa Italia. Inter akan bertemu Juventus di partai puncak ajang tersebut, Kamis (12/7/2022) dini hari WIB.

Terlebih hasil ini didapat lewat sebuah comeback luar biasa atas Empoli yang kerap mengejutkan musim ini.

"Saya menyelamati para pemain, karena kami tampi luar biasa selama laga, kecuali 20-25 menit pertama di mana kami terlalu santai," ujar Simone Inzaghi kepada DAZN.

"Empoli bermain sangat bagus, jadi kami harus bisa lebih rapi saat tidak menguasai bola. Namun, kami malah terlalu terburu-buru dan dibayar lewat dua gol lawan," sambungnya.

"Bagusnya tim ini menunjukkan semangat pantang menyerah. Comeback ini bisa menaikkan kepercayaan diri. Tim ini sudah berlatih keras sejak 20 Agustus, tapi kami tetap tajam dan dalam kondisi terbaik."

(mrp/adp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT