Inter Milan Gagal Scudetto Bukan Salah Ionut Radu

ADVERTISEMENT

Inter Milan Gagal Scudetto Bukan Salah Ionut Radu

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 24 Mei 2022 06:05 WIB
RENATO DALLARA STADIUM, BOLOGNA, ITALY - 2022/04/27: Ionut Radu of FC Internazionale looks dejected during the Serie A football match between Bologna FC and FC Internazionale. Bologna won 2-1 over Internazionale. (Photo by Andrea Staccioli/Insidefoto/LightRocket via Getty Images)
Ionut Radu cuma main sekali di Serie A musim ini. Foto: Insidefoto/LightRocket via Getty/Insidefoto
Jakarta - Tak sedikit yang beranggapan Ionut Radu merupakan 'biang kerok' kegagalan Inter Milan mempertahankan scudetto di musim ini. Meski begitu, melemparkan kesalahan sepenuhnya kepada kiper Rumania tersebut justru keliru.

Radu cuma tampil sekali untuk Inter di Serie A musim ini, yakni saat Nerazzurri takluk 1-2 dari Bologna pada 27 April lalu. Ia tampil karena Samir Handanovic yang menjadi kiper utama cedera sebelum pertandingan.

Di laga itu, ia membuat blunder saat menerima lemparan ke dalam Ivan Perisic, membuat bola direbut oleh Nicola Sansone yang akhirnya mencetak gol kemenangan Bologna. Kekalahan itu membuat Inter gagal menggeser Milan di puncak klasemen.

Hujatan untuk Radu pun muncul usai laga itu, sebab Inter jadi tak bisa menentukan nasib sendiri. Dengan empat laga sisa saat itu, La Beneamata yang tertinggal dua poin cuma bisa terus meraih kemenangan sambil berdoa Milan terpeleset.

Apa daya, hal yang diharapkan tak terjadi. Inter memang mampu meraih tiga poin di empat laga terakhir, tapi Milan juga melakukan hal serupa. Scudetto pun melayang di pekan terakhir.

Setelahnya, nama Radu sempat menggema kembali di media sosial. Tak sedikit suporter Milan yang berterima kasih kepadanya, karena telah 'membuat Inter kalah' saat butuh kemenangan.

Ionut RaduRadu dihibur oleh para pemain Inter usai kalah 1-2 dari Bologna. Foto: Dok. Football Italia

Meski demikian, tak adil jika menimpakan dosa sepenuhnya kepada kiper 24 tahun tersebut. Blunder Radu memang disayangkan, namun Inter juga bukannya tampil superior sepanjang musim.

Pelatih Simone Inzaghi pun mengakui timnya sempat inkonsisten di paruh kedua musim ini, khususnya "selama pertandingan Liga Champions dengan Liverpool."

Inzaghi merujuk pada periode di mana Inter sibuk di tiga kompetisi, yakni menjalani Serie A, Coppa Italia, dan 16 besar Liga Champions pada rentang Januari-Maret. Saat itu, Inter sulit meraih kemenangan di Serie A.

Selama tiga bulan itu, Inter hanya menang tiga kali dari 10 laga, yakni melawan Lazio, Venezia, dan Salernitana. Lima laga lainnya berakhir imbang dan dua berujung kekalahan. Pada periode itu pula Milan berhasil menyalip.

Seperti yang diakui Inzaghi pula, "Milan lebih konsisten menjelang akhir musim." Mereka tidak terkalahkan dalam 16 laga terakhir Serie A, 11 di antaranya berujung kemenangan. Sejak pekan ke-25 Rossoneri tak pernah lagi di bawah Inter.

Oleh sebab itu, Radu bukanlah penyebab utama gagalnya Inter mempertahankan gelar scudetto. Ada masalah 'lebih besar' dari sebuah blunder kiper cadangan yang mendera Nerazzurri di musim ini, hingga akhirnya harus puas finis di urutan kedua.

Lihat juga video 'Nasib Malang Calhanoglu: Nyeberang ke Inter, Milan yang Juara':

[Gambas:Video 20detik]



(adp/rin)

ADVERTISEMENT