Roma Lebih Oke Saat Tandang, Apa Penjelasan Mourinho?

ADVERTISEMENT

Roma Lebih Oke Saat Tandang, Apa Penjelasan Mourinho?

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 09 Nov 2022 18:00 WIB
ROME, ITALY - NOVEMBER 08: AS Roma coach Josè Mourinho attends a press conference at Centro Sportivo Fulvio Bernardini on November 08, 2022 in Rome, Italy. (Photo by Luciano Rossi/AS Roma via Getty Images)
Jose Mourinho menjelaskan AS Roma yang lebih loyo di kandang sejauh ini. (Foto: AS Roma via Getty Images/Luciano Rossi)
Jakarta -

AS Roma tampil lebih baik di laga-laga tandang ketimbang kandang musim ini. Jose Mourinho menjelaskan penyebabnya.

AS Roma saat ini duduk di posisi enam klasemen Liga Italia dengan 25 poin dari 13 pertandingan. Giallorossi merebut delapan kemenangan, sekali imbang, dan empat kali kalah.

Tiga dari kekalahan itu ditelan saat bermain di Olimpico dari total enam laga. Sementara di partai tandang, mereka merebut lima kemenangan, sekali seri, dan hanya sekali kalah.

Termasuk kekalahan di kandang itu adalah saat melawan Lazio dalam derby della Capitale akhir pekan kemarin. Roma yang tampil dominan tak mampu membongkar Lazio dan takluk 0-1 akibat kesalahan Roger Ibanez yang berujung gol Felipe Anderson.

Bicara soal penampilan kandang yang lebih buruk dibandingkan saat tandang, Mourinho menyebut salah satunya karena absennya Paulo Dybala. Roma merasa sangat kehilangan Dybala, yang bisa diandalkan membongkar pertahanan rapat seperti saat kalah dari Atalanta dan Lazio.

Cederanya Dybala memaksa Mourinho terus memainkan Lorenzo Pellegrini, yang memegang tugas kreator serangan. Alhasil Pellegrini kelelahan karena sudah memainkan 18 dari 19 pertandingan yang dilalui Roma.

Kini Pellegrini mengalami cedera dan dipastikan absen lawan Sassuolo, Kamis (10/11/2022) dini hari WIB.

"Di kandang, ada tiga laga di mana kami tak mencetak gol: Napoli, Atalanta, dan Lazio. Saya boleh mengeluh sedikit kan? Pelatih-pelatih lain cuma mengeluh dan mengeluh saja, dan saya enggak pernah, jadi saya perlu diizinkan mengeluh juga sesekali," ungkap Mourinho di situs klub.

"Semua laga itu dimainkan tanpa pemain paling kreatif (Dybala), yang sudah mencetak gol terbanyak, menciptakan peluang terbanyak dari bola mati, dan paling visioner di lapangan. Pemain yang tahu caranya membuka pertahanan, seperti yang dimainkan Atalanta."

"Saya bahkan tak akan menyinggung laga lawan Lazio, karena itu contoh sempurna tim yang bermain dengan cara, yang jika tim saya melakukannya, media akan membunuh saya. Tapi hal utamanya adalah selalu ingin menang dan saya sudah banyak menang di karier saya dengan cara itu. Buat kami, ketika kami kehilangan satu pemain tertentu itu, berat rasanya."

"Lawan Napoli itu agak beda. Napoli datang untuk menang. Tentu saja mereka juga bertahan dengan baik, punya bek-bek bagus. Tapi kami juga punya peluang di laga itu. Hanya saja enggak selalu mudah buat kami dengan karakteristik skuad kami," imbuhnya.

Tapi menurut Mourinho, dengan keterbatasan musim ini karena cederanya sejumlah pemain penting seperti Dybala dan Georginio Wijnaldum, timnya sudah bekerja cukup baik.

"Kami adalah tim rapat yang memetik poin-poin. Dengan poin yang kami punya, sekarang kami punya jumlah yang sama dengan setelah 15 laga musim lalu," sambungnya.

"Itu berarti kalau kami memetik poin lawan Sassuolo atau lawan Torino di kandang, setelah 15 laga kami bisa punya dua, satu, empat, atau bahkan enam poin lebih banyak dibandingkan periode yang sama musim lalu," pungkas Mourinho.

(raw/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT