Ronaldo, Antara Solusi dan Blunder
Rabu, 31 Jan 2007 13:16 WIB
Jakarta - Ronaldo diharapkan jadi solusi minimnya produktivitas lini depan AC Milan. Terbiasa memakai satu striker, perubahan bisa saja terjadi. Akan jadi solusi atau blunder Milan?Sungguh mengecewakan melihat catatan statistik lini depan klub berjuluk Il Rossoneri itu. Dari perolehan empat strikernya --Alberto Gilardino, Filippo Inzaghi, Ricardo Oliveira dan Marco Boriello-- hanya tercipta total 22 gol di seluruh kompetisi yang diikuti Milan. Kalau mau dibanding-bandingkan, lihatlah pemain AS Roma, Francesco Totti yang sudah mencetak 13 gol, hanya di Seri A. Jumlah itu sudah lebih dari setengah perolehan total empat striker Milan, di semua kompetisi (!). Masuknya Ronaldo diharapkan bisa jadi jawaban minimnya gol dari striker klub besutan Carlo Ancelotti tersebut. Masalahnya, apakah dia mampu kembali jadi sosok striker yang haus gol. Jujur saja, penampilan dan jumlah golnya sudah menurun mulai dua tahun terakhir.Faktor usia --Ronaldo sudah 30 tahun-- dan yang utama, berat badannya yang berlebih, membuat banyak pihak menyebut dirinya sudah "tamat". Menarik kalau kemudian Milan mau merogoh koceknya cukup dalam untuk menebusnya seharga 5,3 juta poundsterling. Dengan formasi favorit Ancelotti 4-3-2-1, yang menggunakan Gilardino sebagai striker tunggal, ada beberapa kemungkinan pasca masuknya Ronaldo. Jika Ancelotti bersikeras dengan pakemnya, maka Ronaldo akan bersaing dengan Gilardino, yang usianya enam tahun lebih muda. Sampai saat ini Gila --panggilan Gilardino-- baru mengemas 9 gol di seluruh kompetisi. Memang sedikit, tapi di usianya yang masih muda dan fisik yang lebih ramping dibanding Ronaldo, Gila jelas lebih meyakinkan. Masalahnya sampai detik ini penampilannya belum stabil dan belum nyetel. Sehingga bukan tidak mungkin tempatnya bakal digeser Ronaldo.Kemungkinan kedua adalah Ancelotti mengubah pakemnya dengan memakai dua striker. Presiden klub Silvio Berlusconi dan wakilnya Adriano Galliano memang pernah menyuarakan lebih menyukai Milan memainkan dua penyerang. Kalau memang dua striker yang akan dipasang, siapa yang akan dipilih jadi duet? Pasangan paling masuk akal adalah Gila dan Ronaldo. Alasannya, posisi dua striker tidak asing bagi Gila. Sulit membayangkan Ronaldo bisa menampilkan kerjasama apik dengan Inzaghi yang sudah sama-sama uzur, apalagi dengan Boriello atau Oliveira yang jarang jadi starter -- bahkan Boriello sudah dihukum karena doping.Meski begitu jika duet Gila-Ronaldo yang dimainkan problem lain akan muncul. Menurut mantan pelatih Milan Arrigo Sacchi, kedua pemain itu disebut memiliki tipe dan wilayah bermain yang sama sehingga akan saling tumpang tindih.Siapa yang akan dipasang dan siapa yang tidak masih harus jadi pekerjaan rumah Ancelotti. Yang pasti, tidak akan mudah bagi Ronaldo bersaing dengan striker muda Milan macam Gila yang relatif lebih fit. Kalau Ronaldo manjur, tentu semua senang, tapi kalau sebaliknya, nasib Ronaldo tak beda dengan di Real Madrid, menuju bangku cadangan. Kalau begitu, Milan pun harus gigit jari.Akankah pembelian Ronaldo jadi solusi gol atau justru blunder? Kita tunggu hasilnya. (krs/a2s)











































